Program MBG Jangkau 60 Juta Orang, Prabowo Sebut RI Jadi Pusat Perhatian Global

Senin, 02 Februari 2026 | 14:22:33 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto. [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah menyentuh 60 juta penerima manfaat dalam kurun waktu sekitar satu tahun lebih masa jalannya.

Prabowo mengungkapkan bahwa pencapaian ini melewati bermacam prediksi awal yang meragukan kapasitas pemerintah dalam mengelola program berskala masif tersebut.

Capaian ini diutarakan Presiden kala menyampaikan Taklimat Presiden pada agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

“Alhamdulillah, hari ini, tadi malam saya cek kepala BGN. Kami sudah mencapai 60 juta penerima manfaat. Tidak ada yang menduga kami mampu,” ujarnya dalam forum itu.

Kepala negara pun merespons kritik yang menganggap program MBG punya potensi kegagalan, termasuk persoalan keracunan makanan.

Berdasarkan pandangannya, jika ditinjau secara statistik, angka kejadian itu tergolong sangat rendah dibanding total makanan yang telah disalurkan.

“Kalau kami jumlahkan berapa ribu yang keracunan dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kami bagi, statistiknya adalah 0,008 atau 0,007. Artinya 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” tegasnya.

Prabowo menganggap sebagian kritik pada MBG lebih dipicu oleh kepentingan politis ketimbang evaluasi objektif atas data serta fakta di lapangan.

Walau begitu, Presiden menegaskan pemerintah tetap kooperatif untuk memaparkan informasi dan berdiskusi. Dalam momen tersebut, Presiden Ke-8 RI itu juga membeberkan bahwa program MBG Indonesia saat ini tengah memicu perhatian dunia.

Banyak lembaga serta ahli mancanegara, termasuk dari Amerika Serikat (AS), yang datang meninjau langsung operasional program ini.

“Saya baru satu hari yang lalu, para ahli pakar dari White House sedang mempelajari MBG kami ini,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Prabowo menyebut sempat mendapat kunjungan dari Rockefeller Institute yang memandang program makan bergizi gratis sebagai bentuk investasi paling baik bagi suatu negara.

Lewat kajian lembaga itu, setiap satu rupiah yang dikucurkan untuk makan bergizi bakal memicu dampak ekonomi yang berganda untuk jangka panjang.

“Satu rupiah yang kami keluarkan untuk makan bergizi akan menimbulkan lipat ganda minimal lima kali, dan dalam jangka panjang bisa menjadi 35 kali investasinya,” kata Prabowo.

Kepala negara menyayangkan masih adanya pola pikir sebagian kelompok di dalam negeri yang cenderung lebih mempercayai opini asing daripada percaya pada kemampuan bangsa sendiri.

Meski demikian, Presiden menekankan pemerintah akan terus memberikan ruang diskusi dan pembuktian melalui data.

Prabowo juga membocorkan bahwa pejabat kesehatan Amerika Serikat, termasuk Secretary of Health, mengutarakan keinginan untuk bersua dan berdialog langsung terkait eksekusi Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.

“Banyak lagi nunggu. Kalau bisa, wah ini belum berapa lagi Prabowo akan bicara. Iya kan? Saya kaget sendiri. Menteri Kesehatan, you boleh cek. Ini direkam. Secretary of Health dari Amerika Serikat. Saya dapat berita. Ingin jumpa dengan saya, ingin bertanya tentang MBG,” pungkas Prabowo.

Terkini