JAKARTA – Para pelancong Muslim kini dapat berlibur dengan lebih tenang di berbagai negara Asia, karena telah tersedia banyak kota yang ramah Muslim walaupun tidak berada di negara Islam.
Negara-negara di kawasan Asia saat ini menawarkan lebih banyak pilihan kota ramah Muslim serta kemudahan akses dibandingkan masa sebelumnya, mengingat jumlah pelancong Muslim yang tergolong tinggi.
Indeks ramah Muslim atau kategori 'halal' ini merujuk pada data perjalanan Wego, yang menonjolkan kota-kota di Asia yang dapat dijelajahi pelancong Muslim dengan rasa nyaman dan terpercaya.
Rekomendasi kota-kota ini dinilai berdasarkan sejumlah faktor, meliputi ketersediaan makanan halal, kepercayaan terhadap sertifikasi, keragaman menu halal, akses sarana ibadah, penginapan ramah Muslim, hingga opsi hiburan yang bebas alkohol.
Berikut adalah rekomendasi 10 kota ramah Muslim di wilayah Asia yang sesuai untuk rencana liburan bergaya 'halal', sebagaimana dilansir oleh Asia One.
1. Kobe, Jepang
Walaupun Tokyo dan Osaka menjadi pusat perhatian utama di Jepang, Kobe memiliki tempat istimewa bagi pelancong Muslim. Kota ini merupakan lokasi bersejarah bagi masjid pertama di Jepang yang didirikan pada tahun 1935.
Anda dapat berkunjung ke Masjid Kobe di pusat kota untuk menjalankan ibadah di bangunan Islam tertua yang masih berdiri di Jepang.
Kobe juga memiliki restoran papan atas, Misono, yang menyediakan hidangan Daging Sapi Kobe Halal dengan verifikasi resmi.
Jangan lewatkan kesempatan menaiki Kereta Gantung Shin-Kobe menuju Kebun Herba Nunobiki, di mana sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi panorama teluk yang menawan.
Pada malam hari, Anda bisa berjalan-jalan di kawasan Harborland yang mempercantik suasana pelabuhan dengan lampunya.
2. Busan, Korea Selatan
Busan merupakan salah satu daerah eksotis di Korea Selatan, terutama di area sekitar BIFF Square dan Pasar Jagalchi yang memberikan pengalaman unik bagi para turis.
Hal yang menarik, destinasi halal di Busan sangat terfokus pada satu wilayah. Di lokasi ini, Anda dapat menjumpai Masjid Al-Fatah serta deretan restoran Korea yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Aktivitas yang wajib dilakukan saat berada di Busan adalah mengunjungi Pasar Ikan Jagalchi untuk melihat hasil laut segar. Anda juga bisa berwisata ke Pantai Haeundae guna menikmati atmosfer tepi laut Korea.
Untuk urusan kuliner, Anda dapat mendatangi Samarkand dan menikmati mie halal dengan pangsit yang menggugah selera.
3. Kaohsiung, Taiwan
Kaohsiung kini telah bertransformasi dari pusat industri menjadi ibu kota kreatif di Taiwan. Di kota ini, terdapat Pier-2 Art Center, sebuah kompleks bebas alkohol yang sangat luas yang dialihfungsikan menjadi pasar kreatif di tepi pantai.
Anda juga bisa mendatangi Masjid Kaohsiung. Selain itu, tersedia berbagai pilihan hidangan laut serta mie daging sapi dengan sertifikasi resmi di pusat perbelanjaan dan pasar malam yang berdekatan dengan pusat wisata.
Cicipi sajian kuliner di Chen Lili, khususnya mie daging sapi bersertifikat halal. Pada sore hari, pergilah ke Pulau Cijin untuk menyaksikan matahari terbenam sambil menikmati makanan laut segar (pastikan mencari stiker "Muslim Friendly").
4. Chengdu, China
Meskipun Chengdu paling tersohor karena keberadaan panda, kota ini juga merupakan pusat sejarah bagi komunitas Muslim Hui. Irama kehidupan yang lambat di Chengdu membuatnya sangat cocok untuk perjalanan wisata yang relaks dan tenang.
Di sisi barat Lapangan Tianfu, berdiri Masjid Huangcheng yang bersejarah, yang juga menjadi kantor pusat Asosiasi Islam di Sichuan. Bagi penggemar masakan pedas, jangan lupa mencicipi hidangan Sichuan yang asli, mulai dari Ma Po Tofu hingga hotpot.
Pastikan untuk mengunjungi Pangkalan Penelitian Pemuliaan Panda Raksasa, dengan saran datang pada pagi hari agar bisa melihat tingkah panda yang aktif.
Opsi lainnya di sore hari, Anda bisa bersantai di taman sambil meminum teh dan menyaksikan warga lokal berlatih Tai Chi.
5. Manila, Filipina
Filipina merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik. Namun, ibu kota Manila baru-baru ini dianugerahi sebagai "Tujuan Ramah Muslim yang Muncul Tahun Ini", yang membuktikan antusiasme mereka dalam menyambut turis Muslim.
Di Distrik Quiapo, terdapat Masjid Emas serta kawasan Muslim yang penuh dengan keramaian dan kekayaan kuliner asli.
Sementara itu, di kawasan modern seperti Ermita, banyak hotel serta restoran yang telah mengantongi akreditasi halal dari Departemen Pariwisata.
Rekomendasi kunjungan di Manila adalah Benteng Santiago untuk berekreasi sambil mendalami sejarah. Saat tiba waktu shalat, segera menuju Masjid Emas (Masjid Al-Dahab) di Quiapo.
Untuk pengalaman kuliner, Anda bisa mengunjungi Restoran Dulang di Ermita dan mencoba masakan Tausug yang otentik, seperti Tiula Itum. Di sore hari, bersantailah di Manila Baywalk sambil menikmati pemandangan matahari terbenam.
6. Siem Reap, Kamboja
Siem Reap dikenal sebagai gerbang utama menuju Angkor Wat. Selain itu, kota ini menyimpan warisan Islam berkat keberadaan komunitas Muslim Cham setempat.
Wilayah ini adalah rumah bagi Masjid Neak Mah serta desa Muslim Steung Thmey. Rekomendasi wisata utama di sini tentu saja Angkor Wat. Jangan lupa singgah ke Masjid Neak Mah di desa Steung Thmey.
Untuk urusan makan, Anda dapat menuju Muslim Family Kitchen untuk mencicipi masakan Kamboja halal dengan cita rasa rumahan.
7. Hyderabad, India
Hyderabad di India menyajikan pengalaman yang lebih mendalam bagi wisatawan Muslim. Kota ini dahulu merupakan pusat bagi Nizam yang bergelimang harta.
Di sini, status "halal" bukan sekadar permintaan khusus, melainkan sudah menjadi standar bagi kuliner legendaris mereka.
Hidangan yang wajib dicoba adalah Hyderabadi Biryani yang sudah mendunia hingga Haleem yang dimasak dalam waktu lama. Untuk tujuan wisata, terdapat Masjid Mecca yang merupakan salah satu masjid tertua dan terbesar di India.
Tersedia pula Benteng Golconda untuk menyaksikan pertunjukan sejarah, atau Laad Bazaar untuk berburu gelang serta parfum tradisional.
8. Galle, Sri Lanka
Benteng Galle merupakan situs Warisan Dunia UNESCO yang memberikan nuansa seperti museum hidup. Mayoritas keluarga yang menetap di dalam Benteng ini adalah warga Muslim Moor yang telah tinggal di sana selama beberapa generasi.
Saat berkunjung, Anda dapat berjalan kaki dari area mercusuar menuju Masjid Meera yang fasad bangunannya sekilas tampak seperti gereja. Desain bangunan berwarna putih yang menawan ini mengombinasikan gaya arsitektur Victoria dan Islam.
Jika merasa lapar, Anda bisa berhenti sejenak untuk menyantap makanan halal atau menikmati gelato di area Benteng. Lokasi wisata menarik lainnya adalah Flag Rock Bastion yang menawarkan panorama matahari terbenam.
9. Hua Hin, Thailand
Hua Hin merupakan resor di tepi laut yang menjadi destinasi favorit bagi raja-raja dan keluarga kerajaan Thailand. Kota ini menawarkan suasana yang tenang dengan garis pantai yang luas, namun tetap semarak melalui kehadiran pasar malamnya.
Berkat keberadaan pemukiman bersejarah bagi pekerja kereta api Muslim, wilayah di belakang Stasiun Kereta Api Hua Hin berkembang menjadi tujuan yang ramah Muslim.
Stasiun Kereta Hua Hin sendiri merupakan salah satu yang tertua dan paling estetik di Thailand.
Selain itu, lokasi lain yang dapat dikunjungi adalah Masjid Nurul Ehsan yang letaknya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun.
Terdapat pula Pasar Malam Hua Hin dengan sajian makanan laut yang luar biasa. Untuk mencari buah tangan, silakan menuju Pasar Cicada yang kaya akan karya seni dan kerajinan tangan.
10. Kathmandu, Nepal
Kelompok Muslim Kashmir telah melakukan aktivitas perdagangan di Nepal selama berabad-abad, tepatnya di Kathmandu. Di sana, terdapat kawasan yang sangat populer sebagai pusat bagi para backpacker dan wisatawan, yakni Thamel.
Tepat di sisi selatan Thamel, berdiri Masjid Jame yang berdekatan dengan Bagbazar. Lokasi ramah Muslim lainnya di Kathmandu adalah Swayambhunath, yang juga kerap dijuluki sebagai Kuil Monyet.
Di tempat ini, Anda dapat menyaksikan panorama matahari terbenam dari puncak lembah. Untuk pilihan kuliner, tersedia Restoran Anatolia atau kedai Kashmir lokal yang menyajikan hidangan kari yang lezat.