JAKARTA – Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT ICX Bangun Indonesia (ICX) menyatakan bahwa minat terhadap pendanaan alternatif, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetap tersedia seiring dimulainya periode Ramadan tahun 2026.
Meski demikian, Direktur Operasional ICX Gunawan Aldy menyampaikan bahwa aktivitas penerbitan baru masih tergolong selektif dan tidak dipacu secara agresif pada masa Ramadan tahun ini. Hal tersebut disebabkan ICX tengah mendahulukan penguatan internal.
"ICX sedang memprioritaskan penguatan internal, termasuk pengawasan penerbit yang sudah ada dan proses perluasan izin," katanya, dikutip pada Rabu (25/2/2026).
Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan fokus utama perusahaan bukan terletak pada percepatan volume jangka pendek, melainkan pada stabilitas operasional serta kesiapan regulasi jangka panjang.
Oleh sebab itu, dia mengatakan perbandingan pertumbuhan dengan periode Ramadan tahun lalu belum menjadi indikator utama yang dikedepankan ICX saat ini.
Secara umum, Gunawan memaparkan bahwa ICX tetap melayani investor maupun penerbit yang telah terdaftar dalam platform.
Namun, dalam fase penguatan ini, dia menyebut pihaknya lebih menekankan pada kualitas pengelolaan proyek dan kepatuhan, ketimbang sekadar ekspansi angka pendanaan.
Sampai saat ini, ICX telah memfasilitasi pendanaan mencapai Rp 233 miliar, dengan melibatkan 24.538 pemodal serta 46 penerbit.
Dari total 46 penerbit tersebut, 9 di antaranya sudah melakukan buyback dan terdapat 2 lagi yang masih dalam tahap proses finalisasi.
Untuk tahun ini, Gunawan mengungkapkan bahwa ICX akan menjalankan strategi memperkokoh fondasi platform lewat peningkatan sistem, tata kelola, serta proses perizinan.
Dia meyakini pendekatan yang lebih prudent menjadi krusial di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis, agar ekosistem tetap sehat dan berkelanjutan.