JAKARTA – Pengusaha mal dan pusat perbelanjaan tengah mempersiapkan diri menyambut peningkatan kunjungan masyarakat serta penjualan menjelang libur Lebaran Idulfitri 2026.
Namun setelah periode tersebut berakhir, pelaku usaha juga harus menghadapi masa sepi atau low season yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menjelaskan bahwa berbagai momentum belanja masyarakat seperti Imlek, Capgome, Ramadan, dan Idulfitri pada 2026 terjadi berdekatan di awal tahun. Kondisi serupa diperkirakan akan berulang pada beberapa tahun ke depan.
“Mungkin untuk tahun depan kami harus mulai pikirkan, yang mana puasa dan lebaran akan makin dekat. Kami perlu stok yang banyak di bulan Januari. Jadi, stok itu harus cukup untuk sampai bulan Maret,” kata Budiharjo dalam konferensi pers Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Karena itu, pelaku usaha disebut perlu melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar mal dan pusat perbelanjaan tetap dapat menjaga momentum penjualan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyampaikan bahwa sejumlah langkah telah disiapkan untuk menghadapi periode low season tahun ini.
Menurutnya, pengelola mal akan memanfaatkan momentum libur sekolah pada awal Juni hingga Juli 2026 guna meningkatkan penjualan melalui berbagai program promosi.
Selain itu, beberapa kegiatan belanja juga direncanakan digelar, seperti Indonesia Shopping Festival pada Agustus serta Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata pada September hingga Oktober mendatang.
“Jadi saya kira ini juga sebagai antisipasi untuk menyikapi ataupun mengantisipasi low season yang akan cukup panjang,” ujar Alphonzus.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan akan terus menjalin kerja sama dengan para peritel agar momentum penjualan tetap terjaga.
Dalam waktu dekat, pemerintah juga mendukung penyelenggaraan program BINA Lebaran 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 30 Maret 2026 dengan target transaksi sekitar Rp53 triliun.
“Sehingga kesempatan untuk menjual produk-produk dalam negeri ataupun mendorong daya beli masyarakat akan terus meningkat,” kata Budi setelah acara tersebut.