JAKARTA – Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan industri kreatif, kebutuhan alat desain yang mudah diakses semakin meningkat.
Platform berbasis teknologi kini bukan hanya menjadi pendukung produktivitas, juga berperan sebagai pendorong lahirnya ekosistem kreatif yang inklusif.
Fenomena ini terlihat jelas di Indonesia, yang menjadi salah satu pasar paling dinamis bagi platform desain global. Salah satu pemain yang mencatat pertumbuhan signifikan adalah Canva.
Indonesia kini menempati posisi pasar terbesar ketiga secara global sekaligus terbesar di Asia bagi perusahaan tersebut.
Sepanjang 2025, pengguna di Indonesia tercatat menghasilkan lebih dari satu miliar desain. Pertumbuhan ini didukung komunitas akar rumput yang aktif, terdiri dari lebih dari 360 kreator dan 180 duta di 34 provinsi.
Perusahaan tersebut juga menjalin kemitraan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komidigi) untuk mendukung pengembangan talenta digital dan memperkuat ekosistem teknologi nasional.
Langkah ini menegaskan pergeseran peran platform tersebut dari sekadar alat desain menjadi fasilitator pertumbuhan digital.
Stefani Herlie, Country Manager Indonesia mengatakan, target perusahaan ke depan adalah memperluas peran platform dalam keseharian masyarakat.
“Ambisi kami untuk 2026 sederhana: menjadikan Canva bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dalam bekerja, berkreasi dan berkembang,” ujarnya, belum lama ini.
Strategi Lokalisasi dan Kampanye Ramadan 2026
Strategi tersebut melalui lokalisasi produk, peningkatan adopsi di sektor UMKM dan pendidikan, serta perluasan fitur berbasis kecerdasan buatan.
Menurut Laura Kantor, Head of Marketing Asia Tenggara, faktor utama pertumbuhan di Indonesia adalah pendekatan lokalisasi.
Template, konten, hingga pengalaman pengguna telah disesuaikan dengan kebutuhan lokal sehingga lebih relevan dan mudah digunakan.
Terkait lokalisasi, dalam menyambut Ramadan 2026, Canva meluncurkan program khusus berupa diskon langganan Canva Pro sebesar 50% selama tiga bulan.
Harga paket menjadi Rp 47.500 dari harga normal Rp 95.000 bagi pengguna yang berlangganan pada periode promo. Selain potongan harga, lebih dari 33.000 template bertema Ramadan juga dirilis.
Template tersebut mencakup kebutuhan desain seperti kartu ucapan, undangan buka puasa, materi promosi UMKM, hingga konten media sosial, dengan visual yang telah disesuaikan dengan nuansa lokal seperti ilustrasi masjid, kaligrafi, dan warna khas Ramadan.
Dalam rangkaian kampanye Ramadan, perusahaan juga meluncurkan gerakan Digordenin Canva. Program ini mengubah tirai di lebih dari 20 warung di Jakarta menjadi media visual kreatif berisi pesan humor lokal.
Aktivasi ini mengangkat tradisi menutup hidangan selama Ramadan menjadi medium ekspresi desain yang unik. Laura menilai Ramadan menjadi momentum penting untuk menyoroti kreativitas masyarakat.
“Ketika hambatan dihilangkan dan proses kreatif menjadi mudah, yang terbuka bukan hanya konten, tetapi juga kepercayaan diri, peluang, dan ekspresi budaya dalam skala luas,” katanya.