Meta Rilis Muse Spark, Model AI Perdana dari Tim Superintelligence

Kamis, 09 April 2026 | 10:37:24 WIB
Ilustrasi Meta. [Foto: NET]

JAKARTA – CEO Mark Zuckerberg mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) pertama dari perusahaannya, yaitu Muse Spark.

Model ini menjadi produk awal yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs, tim khusus yang dibentuk untuk fokus pada pengembangan AI sekaligus mengejar ketertinggalan dari para pesaing.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Zuckerberg menyebutkan bahwa Muse Spark kini sudah bisa digunakan dan mendukung versi terbaru Meta AI. Pengguna dapat mengaksesnya secara daring melalui situs meta.ai maupun lewat aplikasi Meta AI.

“Hari ini, kami berbagi pencapaian pertama kami, Muse, model keluarga terbaru kami. Spark, menjadi model pertama di keluarga Muse, yang bisa kalian coba hari ini,” tulis pria yang akrab disapa Zuck itu, Rabu (8/4/2026) waktu Amerika Serikat.

Meta menegaskan bahwa kehadiran Muse Spark merupakan langkah awal dalam roadmap pengembangan AI mereka ke depan.

Model ini dirancang untuk menunjang berbagai kebutuhan harian pengguna, mulai dari pemahaman visual, kesehatan, aktivitas belanja, hingga pembuatan konten media sosial.

Ke depannya, Meta menargetkan pengembangan AI yang bukan hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga berfungsi sebagai agen yang dapat menjalankan beragam tugas untuk pengguna.

“Muse Spark adalah model penalaran multimodal bawaan dengan dukungan penggunaan alat, rantai pemikiran visual, dan multi-agen. Ini menjadi langkah pertama dalam tangga skalabilitas kami dan produk pertama dari perombakan total AI kami,” ungkap Meta dalam situs resminya.

Model ini juga menjadi tonggak penting dalam ambisi besar Meta untuk membangun konsep “kecerdasan super pribadi” atau personal superintelligence. Gagasan ini pertama kali disampaikan Zuckerberg pada Juli 2025, dengan tujuan menghadirkan AI yang membantu individu mencapai target mereka, bukan dikendalikan secara terpusat.

Seperti dirangkum dari Mashables, Meta juga tengah menyiapkan model AI lain dalam lini Muse series, termasuk versi open-source yang dapat diakses publik.

Dalam hal performa, Meta turut merilis hasil pengujian Muse Spark pada sejumlah benchmark populer seperti Humanity’s Last Exam (HLE), ARC AGI 2, dan GPQA Diamond.

Hasilnya menunjukkan performa yang bervariasi, di mana pada beberapa aspek Muse Spark mampu melampaui model AI lain seperti Claude Opus, Gemini, GPT, dan Grok. Meski demikian, hasil tersebut belum mendapatkan verifikasi independen.

Pada sejumlah pengujian, Muse Spark menunjukkan keunggulan terutama dalam aspek pemahaman, dengan skor yang relatif tinggi dibandingkan model lain.

Namun, untuk pengujian pemahaman visual multimodal, performanya masih berada di bawah GPT 5.4. Sementara pada tes penalaran, model ini diklaim mampu bersaing dengan Gemini Deep Think dan GPT Pro.

Untuk meningkatkan kemampuan penalaran, Meta juga memperkenalkan mode “Contemplating” pada Muse Spark yang memungkinkan beberapa agen bekerja secara paralel dalam memproses penalaran.

Saat ini, Muse Spark sudah tersedia secara online. Pengguna yang ingin mencoba dapat mengaksesnya melalui situs meta.ai di desktop, atau lewat aplikasi Meta AI untuk perangkat mobile.

Selain itu, Meta juga memberikan akses pratinjau API pribadi kepada sejumlah pengguna terpilih.

Meski begitu, akses terhadap beberapa fitur dan model AI masih terbatas. Meta menyampaikan bahwa peluncuran Muse Spark dilakukan secara bertahap, namun belum mengungkapkan jadwal lengkapnya.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (9/4/2026), tampilan chatbot di situs meta.ai memiliki kemiripan dengan layanan seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini.

Perbedaannya, pengguna diwajibkan login untuk dapat berinteraksi penuh dengan chatbot. Tanpa login, akses menjadi terbatas dan pengguna tidak bisa memilih model AI sesuai kebutuhan pertanyaan.

Sebelumnya, Meta juga melakukan perekrutan besar-besaran dengan menarik lebih dari 50 peneliti dari perusahaan pesaing seperti OpenAI, Anthropic, dan Google. Perusahaan juga menunjuk Alexandr Wang untuk memimpin tim khusus tersebut.

Namun, Meta kemudian menghentikan proses perekrutan dan merestrukturisasi tim menjadi empat unit yang lebih kecil, yaitu penelitian, pengembangan kecerdasan super, produk, serta infrastruktur.

Zuckerberg menyebut pendekatan tim kecil dinilai lebih efektif dalam menghasilkan inovasi AI.

Peluncuran Muse Spark menjadi produk pertama dari investasi besar Meta di sektor AI. Perusahaan diketahui menggelontorkan dana hingga 72 miliar dollar AS pada 2025, dan diproyeksikan meningkat menjadi 135 miliar dollar AS pada 2026.

Terkini