KAWULA.ID — Ribuan warga memadati Plaza Balai Kota Bogor untuk menyaksikan pergelaran Wayang Golek dan Wayang Priangan Dalang Dinasti Sunandar pada peringatan Hari Wayang Nasional 2026. Pertunjukan berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu (7/11/2026) pukul 02.10 WIB, dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi menggandeng Pemerintah Kota Bogor menggelar pergelaran wayang di Plaza Balai Kota Bogor, Sabtu (7/11/2026). Acara bertajuk Hari Wayang Nasional 2026 itu menarik ribuan penonton yang memadati plaza sejak Jumat malam.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Turut menyaksikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Barat Alfiansyah Komeng, seniman Adi Bing Slamet, serta jajaran Kementerian Kebudayaan.
Dua Genre Wayang dalam Satu Panggung
Dalang Dinasti Sunandar membawakan Wayang Golek dan Wayang Priangan dalam pertunjukan yang berlangsung hingga pukul 02.10 WIB. Sebelum pagelaran utama, bintang tamu Sule, Nunung, dan Kiki Juliar tampil lebih dulu menghibur penonton.
Salah satu lakon yang dipentaskan adalah Karna Tanding. Pertunjukan itu memadukan wayang golek dan wayang kulit, lengkap dengan sejumlah pembaruan pada tata pencahayaan.
Panitia juga menampilkan teks berbahasa Indonesia dan Inggris di layar untuk membantu penonton mengikuti jalan cerita. Menurut Fadli, terjemahan itu membuka akses bagi penonton asing yang ingin memahami lakon.
Fadli Zon: Wayang Simpan Nilai dan Tuntunan Hidup
Fadli menegaskan pertunjukan wayang bukan sekadar hiburan. Seni tradisi itu, katanya, menyampaikan nilai-nilai dan tuntunan kehidupan kepada masyarakat.
"Karena pada tanggal ini wayang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Kita berharap masyarakat di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan di seluruh Indonesia tetap mencintai budaya, termasuk budaya wayang yang merupakan budaya asli Indonesia. Juga tetap menghidupkan pagelaran-pagelaran wayang dengan berbagai macam lakonnya," ungkap Fadli.
Fadli memberi apresiasi khusus kepada Ki Dalang Dadan dan para seniman Dinasti Sunandar. Kelompok itu merupakan bagian dari keluarga seni wayang yang dirintis Asep Sunandar, maestro wayang golek dari Giri Harja 123.
Menurut Fadli, inovasi pertunjukan perlu terus didorong mengikuti perkembangan teknologi. Ia membandingkan masa ketika wayang masih diterangi blencong berbahan minyak dengan panggung wayang masa kini.
"Jadi, bagi orang asing pun bisa mengikuti cerita dalam lakon Karna Tanding ini. Ini juga bagian dari inovasi yang ingin kita majukan. Mungkin ke depan akan lebih banyak lagi inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan teknologi. Kalau dulu wayang belum ada listrik, pakai blencong (lampu minyak). Kalau sekarang sudah luar biasa," ujarnya.
Ekosistem Perajin Golek Dirawat dari Bandung
Fadli berharap keberadaan para dalang dan perajin wayang golek tetap terjaga. Ekosistem kesenian itu, menurut dia, harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Sehingga ini tetap menghidupkan budaya wayang di tempat mereka di Bandung. Saya sudah datang ke sana. Bukan hanya wayangnya, bahkan pengrajin-pengrajin pembuat wayang goleknya juga masih hidup. Jadi ekosistem wayang ini kita harapkan menjadi ekosistem yang tetap hidup sebagai warisan budaya, dan bisa diteruskan kepada generasi selanjutnya," katanya.
Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng menyaksikan pergelaran hingga selesai. Ia menyampaikan ucapan singkat memperingati Hari Wayang Nasional.
"Selamat Hari Wayang Nasional," ucap Komeng dengan suara khasnya sambil tersenyum.
Balai Kota Bogor Jadi Ruang Pelestarian Budaya Sunda
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim berterima kasih atas dukungan Kementerian Kebudayaan. Ia mencatat Kota Bogor sebelumnya menjadi lokasi peringatan Hari Kebudayaan Nasional pada Oktober 2026 di Kebun Raya Bogor.
"Terima kasih atas bantuan dari Kementerian Kebudayaan, khususnya kepada Pak Menteri Fadli Zon, yang sudah menyelenggarakan dua kegiatan penting nasional di Kota Bogor. Bulan lalu di bulan Oktober, Kota Bogor juga ikut serta melaksanakan kegiatan Hari Kebudayaan Nasional di Kebun Raya. Malam hari ini kita merayakan Hari Wayang Nasional di Balai Kota. Jadi terima kasih sekali lagi," ungkapnya.
Dedie berharap Balai Kota Bogor terus menjadi ruang kegiatan pelestarian budaya, terutama seni wayang golek yang menjadi kebanggaan masyarakat Sunda.
"Dan mudah-mudahan melalui wayang kita tetap mencintai akar budaya kita, akar budaya Sunda, di mana wayang golek adalah salah satu kebanggaan kita semua," ujarnya.