JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan penekanan bahwa sektor industri pengolahan sukses mendominasi perekonomian Indonesia selama tahun 2025.
Pernyataan tersebut berlandaskan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperlihatkan sektor ini sebagai penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan angka 19,07 persen.
Menperin dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat (6/2/2026), menjelaskan bahwa kontribusi industri pengolahan terus mengalami tren kenaikan selama tiga tahun belakangan.
Pada 2023 angka kontribusi sebesar 18,67 persen, lalu meningkat menjadi 18,98 persen pada 2024, dan naik kembali menjadi 19,07 persen pada 2025.
Dari aspek pertumbuhan, Agus Gumiwang menyebut performa sektor ini juga menguat secara signifikan.
Setelah tumbuh 4,64 persen pada 2023 dan 4,43 persen pada 2024, sektor ini membukukan pertumbuhan 5,30 persen di tahun ini dengan andil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang paling besar di antara sektor lainnya, yakni 1,07 persen.
“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” kata Menperin.
Menurut Agus Gumiwang, dominasi ini pun terlihat dari kinerja perdagangan luar negeri. Ekspor industri pengolahan tercatat tumbuh 1,73 persen pada 2023, melonjak ke angka 6,85 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 7,03 persen pada 2025.
Sebaliknya, angka impor barang dan jasa menunjukkan tren yang melandai pada periode yang sama, yaitu minus 1,24 persen pada 2023, 8,15 persen pada 2024, dan menyusut menjadi 4,77 persen pada 2025.
“Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam 3 tahun terakhir, hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” papar Menperin.
Selanjutnya, guna mempertahankan dominasi serta keberlanjutan pertumbuhan itu, Kementerian Perindustrian pada 2026 bakal memperkokoh integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar serta industri dalam negeri, selaras dengan instruksi Presiden Prabowo untuk memacu pemerataan ekonomi.
“Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil. Kami akan meningkatkan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri tapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional,” tutur Agus.
Menperin menegaskan bahwa sektor industri pengolahan saat ini diposisikan sebagai penggerak utama transformasi ekonomi nasional menuju struktur yang lebih produktif sekaligus berkelanjutan.
Agus Gumiwang juga menyatakan bahwa pencapaian ini membantah isu deindustrialisasi yang menerpa Indonesia.
“Pada tahun 2025, industri pengolahan mengalami tantangan yang sangat berat, namun berkat arahan bapak Presiden melalui Astacita dan diterjemahkan ke dalam Strategi Baru Industri Nasional (SBIN), akhirnya industri pengolahan berhasil tumbuh kuat dan menutup tahun 2025 dengan mendominasi ekonomi nasional, kami juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku dalam ekosistem industri yang terus menjaga optimisme untuk terus berproduksi," pungkasnya.