JAKARTA – Setelah masa liburan berakhir seperti libur Lebaran 2026, tidak sedikit orang justru merasa sulit kembali bersemangat menjalani rutinitas.
Alih-alih segar dan penuh energi, sebagian orang mengalami suasana hati yang menurun, sulit fokus, hingga merasa kosong tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues, yaitu perubahan emosi yang muncul setelah liburan usai.
Meski bukan gangguan mental klinis, kondisi ini cukup umum terjadi karena tubuh dan pikiran sedang menyesuaikan diri kembali dengan ritme harian.
Dikutip dari Healthline pada Rabu (25/3/2026), post-holiday blues sering muncul karena perubahan mendadak dari suasana santai, kebersamaan, atau aktivitas menyenangkan menuju jadwal kerja dan tanggung jawab yang kembali padat.
Psikoterapis Angela Ficken yang dikutip Healthline menjelaskan, setelah periode yang penuh aktivitas sosial dan antisipasi menyenangkan, seseorang bisa mengalami perasaan let-down atau penurunan emosional ketika semuanya selesai.
Gejalanya dapat berupa rasa malas, sulit tidur, kesepian, mudah cemas, hingga kehilangan motivasi.
Selain karena rutinitas berubah, post-holiday blues juga bisa dipicu oleh kelelahan fisik, pola tidur yang berantakan selama liburan, pengeluaran berlebih, atau ekspektasi liburan yang ternyata tidak sepenuhnya sesuai harapan.
Agar kondisi ini tidak berlarut-larut, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh dan pikiran beradaptasi kembali.
1. Kembali ke rutinitas secara bertahap
Jangan memaksa diri langsung produktif penuh di hari pertama. Mulailah dari tugas kecil seperti merapikan meja kerja, membuat daftar prioritas, atau mengatur jadwal harian agar transisi terasa lebih ringan.
2. Rapikan pola tidur
Liburan sering membuat jam tidur bergeser. Padahal tidur cukup sangat berpengaruh terhadap kestabilan mood. Cobalah tidur dan bangun di jam yang konsisten agar ritme tubuh kembali normal.
3. Tetap lakukan hal yang menyenangkan
Meski liburan selesai, bukan berarti semua hal menyenangkan harus berhenti. Menyisihkan waktu untuk ngopi, jalan sore, membaca buku, atau bertemu teman bisa membantu menjaga suasana hati.
4. Buat sesuatu yang bisa dinantikan
Memiliki rencana kecil setelah liburan dapat membantu mengurangi rasa kosong, misalnya merencanakan akhir pekan, mencoba hobi baru, atau agenda sederhana bersama keluarga.
5. Jangan abaikan perasaan sendiri
Jika merasa sedih, lelah, atau kehilangan semangat, akui perasaan itu tanpa menyalahkan diri sendiri. Kadang tubuh memang butuh waktu untuk beradaptasi.
Jika perasaan murung berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu diperhatikan lebih serius karena bisa berkaitan dengan stres berkepanjangan atau gejala depresi.
Post-holiday blues adalah hal yang wajar. Yang penting, beri ruang bagi diri sendiri untuk menyesuaikan ritme kembali, tanpa menuntut semuanya harus langsung normal dalam sehari.