JAKARTA – Industri keuangan berupaya mendorong literasi dan inklusi keuangan nasional.
Salah satunya melalui Financial Expo (Fin Expo) 2025, yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kelompok Kerja Inklusi Keuangan (Pokja Inklusi Keuangan) di Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan puncak perayaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan.
Pada Fin Expo 2025 ini, salah satu financial technology (fintech) Kredit Pintar meneken kerja sama dengan Komunitas Sahabat UMKM (SUMKM). Ini merupakan mitra untuk menumbuhkembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM berkembang dengan dukungan teknologi finansial yang aman, inklusif, dan mudah diakses,” ujar Sekjen SUMKM, Faisal HB, dalam rilis yang dikutip pada Sabtu (28/2/2026).
Sinergi Memperkuat Ekosistem Finansial
Presiden Direktur Kredit Pintar, Ronny Kasim menjelaskan, sinergi dengan SUMKM dilakukan untuk memperkuat ekosistem finansial yang berkelanjutan sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Layanan keuangan digital dapat menjadi solusi yang inklusif, mudah dijangkau, serta aman digunakan,” ujar Ronny.
Menurut data OJK, selama periode BIK 2025, tercatat ada 5.182 kegiatan literasi dan inklusi keuangan.
Ada 10,87 juta peserta edukasi keuangan yang berhasil secara signifikan meningkatkan jangkauan peserta sebesar 67,87% dibandingkan BIK tahun lalu. Tercatat juga akses keuangan baru yang terbuka.
Rinciannya adalah 3,55 juta rekening perbankan, 1,47 juta rekening pinjaman perusahaan pembiayaan baru, 720.000 akun fintech baru, 951.000 polis asuransi baru, 643.000 rekening pasar modal baru, dan 5,01 juta rekening pergadaian baru.
Kegiatan BIK 2025 berhasil menjangkau 180 desa tertinggal yang tersebar di 73 Kabupaten/Kota di wilayah 3T.
Sementara terkait penyaluran pinjaman, sepanjang tahun 2024 lalu, Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman hingga lebih dari Rp 8,8 triliun.
Sementara itu, sejak berdiri pada tahun 2017, total akumulasi pinjaman Kredit Pintar mencapai lebih dari Rp 58,1 triliun.