Kemenangan Persib atas Persija Berbuntut Ancaman Pembunuhan bagi Thom Haye

Senin, 12 Januari 2026 | 10:18:54 WIB
Gelandang Persib, Thom Haye. [Foto: Dok. Ileague]

JAKARTA – Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, membagikan kabar kurang mengenakkan setelah selesainya pertandingan tensi tinggi melawan Persija Jakarta.

Pemain keturunan Belanda tersebut menyatakan telah mendapatkan ancaman pembunuhan yang menyasar dirinya beserta keluarga lewat platform media sosial.

Pernyataan mengenai ancaman itu diunggah oleh Thom Haye melalui fitur Instagram Story di akun pribadinya, sesaat setelah Persib menumbangkan Persija dengan skor tipis 1-0.

Pertandingan yang dikenal sebagai Derbi Indonesia tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (11/1/2026), di mana Beckham Putra menjadi pencetak gol penentu di menit-menit awal.

Lewat unggahan tersebut, Thom Haye mengawali dengan rasa bangga atas hasil positif yang diraih Persib. Ia memberikan pujian terhadap kerja keras anggota tim lainnya serta loyalitas Bobotoh yang memenuhi tribun stadion.

“Kami memenangkan derbi hari ini dan saya bangga dengan tim serta Bobotoh,” tulis Thom Haye.

Akan tetapi, di tengah kegembiraan atas kemenangan tersebut, Haye menyayangkan beberapa kejadian yang muncul di dalam lapangan.

Ia berpendapat bahwa masih sering terjadi aksi tidak sportif yang merusak mutu permainan, contohnya seperti tekel keras dan pelanggaran yang tidak semestinya terjadi.

Berdasarkan pandangan gelandang Timnas Indonesia ini, sepak bola di tanah air sebenarnya punya peluang untuk maju, khususnya jika melihat gairah pertandingan yang dianggapnya sangat hebat.

Namun, peluang itu sering kali terhambat oleh minimnya rasa saling menghargai di antara sesama pemain.

“Saya percaya sepak bola Indonesia punya potensi besar. Semangat dan atmosfernya sangat istimewa,” tulisnya.

“Namun saya juga sedih karena terlalu banyak pertandingan yang dirusak oleh perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang tidak perlu.”

Keadaan ini, menurut Haye, malah kerap memicu perselisihan baru saat coba untuk diperbaiki.

Ia mengungkapkan bahwa niat untuk mendiskusikan persoalan tersebut justru sering ditanggapi dengan amarah. Selain di dalam area pertandingan, intimidasi juga muncul dari pihak luar.

Thom Haye membeberkan bahwa ia mendapati pesan-pesan berisi ancaman, termasuk ancaman terhadap nyawa yang ditujukan kepada diri dan keluarganya. Ia pun mendesak oknum-oknum tersebut agar segera menghentikan perbuatan mereka.

Bagi Haye, meskipun kritik merupakan konsekuensi dari profesinya, namun ancaman yang mengancam nyawa adalah tindakan yang sudah lewat batas.

“Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional,” tulis Haye.

“Tetapi saya dengan hormat meminta mereka yang mengirim ancaman pembunuhan dan pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti.”

Sebagai penutup, Thom Haye mengimbau seluruh elemen terkait untuk berkolaborasi dalam membentuk suasana sepak bola yang lebih positif dan kondusif.

Ia menekankan bahwa olahraga sepak bola semestinya menjadi sarana untuk bersatu, bukan tempat untuk menyebarkan permusuhan.

“Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu,” ujarnya.

“Mari kita bangun lingkungan sepak bola yang lebih baik, untuk pemain, suporter, dan masa depan sepak bola Indonesia.”

Terkini