JAKARTA – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) berpandangan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam proyek hilirisasi nasional menjadi elemen penting untuk memperkuat daya tarik investasi strategis di Indonesia.
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma'ruf Maulana, dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat, mengungkapkan bahwa sinergi antara sektor pendidikan, industri, dan pemerintah dianggap mampu memperkokoh kepercayaan investor.
Hal ini sekaligus memastikan proyek hilirisasi memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional.
Pandangan tersebut dikemukakan sebagai respons atas arahan Presiden Republik Indonesia kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi.
Arahan itu menekankan krusialnya peran pendidikan tinggi dalam menopang investasi strategis serta proyek-proyek hilirisasi.
Pesan tersebut, sambung dia, memperjelas urgensi kolaborasi lintas sektor untuk memperkukuh fondasi ekonomi bangsa.
Ma'ruf menjelaskan bahwa penekanan Presiden atas dukungan perguruan tinggi pada 18 proyek strategis hilirisasi di bawah pengelolaan Danantara menggambarkan arah kebijakan yang kian terpadu antara pengembangan riset, investasi, dan kualitas sumber daya manusia.
“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM (sumber daya manusia), riset terapan, dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar dia, dikutip pada Jumat (16/1/2026).
Berdasarkan penilaian HKI, peran perguruan tinggi lewat sinkronisasi kurikulum, penguatan riset terapan, serta penyediaan talenta yang sesuai dengan tuntutan industri akan meningkatkan kepastian bagi para investor.
Dalam skema ini, Danantara bertugas mengakselerasi pembiayaan dan eksekusi proyek hilirisasi, sementara kawasan industri berperan sebagai titik pelaksanaan yang menjamin proyek berjalan efektif lewat penyediaan lahan siap bangun, utilitas, serta ekosistem bisnis yang terpadu.
Pihaknya melihat hubungan antara Danantara, kawasan industri, dan perguruan tinggi memiliki sifat saling melengkapi.
Danantara memperkuat aspek pendanaan dan portofolio proyek strategis, kawasan industri menjamin kesiapan tempat, sedangkan perguruan tinggi mendukung keberlanjutan investasi lewat riset, inovasi, dan ketersediaan SDM yang mumpuni.
Ma’ruf menegaskan bahwa kesuksesan proyek-proyek strategis hilirisasi tersebut bakal memberikan pengaruh ekonomi yang luas.
“Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” jelasnya.
Guna mempercepat realisasi investasi, HKI juga menyatakan kesiapannya mempererat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mencakup kesiapan lahan, kemudahan perizinan, hingga penanganan hambatan (debottlenecking) yang sering ditemui investor.
Terkait penguatan SDM dan riset, HKI menegaskan dedikasinya untuk menjadi penghubung antara kebutuhan industri dan dunia pendidikan tinggi.
Komitmen ini sebelumnya telah disepakati dalam nota kesepahaman pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang berfokus pada penyelarasan riset terapan, kurikulum, serta dukungan pada agenda hilirisasi.
“HKI siap terlibat aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Maruf.
HKI berharap kolaborasi antara pemerintah, Danantara, perguruan tinggi, serta pelaku kawasan industri dapat terlaksana secara konsisten dan terukur.
Dengan begitu, agenda hilirisasi tidak hanya memikat investasi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional dalam jangka panjang.
Presiden Prabowo Subianto telah memaparkan kondisi energi, hilirisasi, serta gambaran ekonomi dan ketahanan nasional kepada para rektor serta guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta dalam dialog di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
"Tadi Bapak Presiden memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kami, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi ya," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia usai mengikuti pertemuan tersebut.
Menurut Bahlil, pertemuan itu menjadi sarana komunikasi antara Presiden dengan para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dalam menyampaikan visi mengenai tata kelola negara serta tantangan yang tengah dihadapi Indonesia.