Gebrakan Baru TikTok Hadirkan PineDrama, Aplikasi Mandiri untuk Pecinta Drama Pendek

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:26:57 WIB
Ilustrasi aplikasi TikTok. [Foto: NET]

JAKARTA – Platform video pendek TikTok tengah melakukan uji coba terhadap format konten teranyar. Kali ini, TikTok meluncurkan aplikasi mandiri yang diprioritaskan khusus untuk tayangan microdrama atau drama pendek.

Sesuai dengan kegunaannya, aplikasi bertajuk PineDrama ini menyuguhkan kisah atau konten video dengan batasan waktu paling lama 90 detik.

Tiap cerita dikemas dalam bentuk episode berdurasi sekitar 90 detik dan ditata sedemikian rupa guna memicu rasa ingin tahu audiens agar terus melanjutkan ke episode selanjutnya.

Format microdrama sendiri memang sedang naik daun di TikTok belakangan ini. Berbagai konten drama singkat, termasuk drama asal China dengan durasi 1-3 menit tiap episode, sering kali menjadi viral dan meraih jutaan penayangan (views).

Fenomena serupa juga mulai tampak di Indonesia. Banyak kreator dalam negeri membagikan cuplikan drama luar negeri yang dibagi menjadi episode pendek dan dihadirkan kembali dengan tambahan narasi, teks, hingga sulih suara berbahasa Indonesia.

Melihat besarnya minat terhadap format tersebut, TikTok akhirnya merilis PineDrama sebagai aplikasi spesifik yang menyajikan video drama dengan durasi ringkas.

Kehadiran aplikasi ini mulanya terungkap lewat laporan media Business Insider. Dalam keterangannya, perilisan aplikasi yang dijalankan tanpa publikasi besar-besaran ini dianggap sebagai strategi TikTok guna memantau reaksi pengguna terhadap tren microdrama.

Saat ini, PineDrama sudah dapat diakses oleh pengguna di wilayah Amerika Serikat (AS) dan Brasil.

Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan secara senyap, di mana TikTok tidak mengadakan seremoni khusus ataupun kampanye besar untuk mempromosikan PineDrama kepada masyarakat luas.

Terpisah dari TikTok

Walaupun diproduksi oleh TikTok, PineDrama muncul sebagai aplikasi yang berdiri sendiri di luar platform utama. Meski begitu, PineDrama tetap disiapkan agar terintegrasi dengan ekosistem TikTok.

Pengguna dilaporkan bisa mengakses aplikasi tersebut menggunakan akun TikTok yang telah mereka miliki. Dengan sistem ini, mereka tidak diwajibkan melakukan registrasi akun baru di PineDrama.

Secara visual, PineDrama mengadopsi antarmuka yang serupa dengan TikTok. Konten yang tersedia disajikan dalam format video vertikal, didukung oleh sistem rekomendasi berbasis algoritma, serta fitur tab Discover untuk mengeksplorasi konten maupun tren yang tengah populer.

Perbedaan mendasar antara PineDrama dan TikTok terletak pada kategori kontennya. Seluruh materi di PineDrama bersifat scripted (mengikuti naskah) dan serialized (dibuat serta dipublikasikan secara berurutan).

Tayangan di aplikasi drama pendek ini juga dibuat agar penonton terus terikat dari satu episode ke episode berikutnya. Beberapa judul microdrama yang sudah tersedia di platform ini di antaranya adalah Love at First Bite dan The Officer Fell for Me.

Skema monetisasi yang masih misterius

Sebagaimana dikumpulkan KompasTekno dari Gizchina, hingga detik ini TikTok masih belum membeberkan cara PineDrama akan menghasilkan keuntungan di masa depan.

Pihak perusahaan juga belum memberikan penjelasan apakah aplikasi ini nantinya akan memberlakukan sistem berbayar.

Hingga saat ini, semua konten yang ada di aplikasi tersebut masih bisa dinikmati secara cuma-cuma, tanpa perlu berlangganan, melewati paywall, ataupun biaya tambahan lainnya.

Sebagai gambaran, beberapa platform microdrama pesaing biasanya memberikan akses gratis untuk beberapa bagian awal sebelum akhirnya menutup episode lanjutan dengan sistem berlangganan.

Belum dapat dipastikan apakah PineDrama akan menerapkan pola yang sama. Rencana ekspansi di luar Amerika Serikat dan Brasil pun hingga kini belum diinformasikan lebih lanjut.

Terkini