JAKARTA – Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan bahwa skuad asuhannya akan menantang Iran pada pertandingan final Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung Sabtu (7/2/2026) pukul 19.00 WIB, tanpa rasa gentar.
Indonesia baru pertama kali mencapai babak final Piala Asia Futsal, sedangkan lawan mereka, Iran, merupakan tim yang akan melakoni final ke-16 sepanjang sejarah, di mana 13 final sebelumnya sukses dikonversi menjadi gelar juara.
"Kalau menurut Anda, mungkin trofi sudah milik Iran, silakan rayakan bersama mereka. Tapi bagi saya, trofi itu masih harus diperebutkan," ujar Souto saat menanggapi pertanyaan wartawan asal Uzbekistan yang menganggap Iran unggul segalanya dari Indonesia, pada sesi jumpa pers setelah kemenangan 5-3 atas Jepang di Indonesia Arena, Kamis (5/2/2026).
"Tentu Iran punya pemain hebat dan fisik kuat, tapi kami akan memainkan kartu kami," kata Souto menambahkan.
Iran, yang berstatus sebagai juara bertahan, merupakan tim paling berprestasi di Piala Asia Futsal dengan koleksi 13 gelar juara. Iran menjadi satu dari hanya dua tim yang mampu memenangi turnamen ini selain Jepang yang mengoleksi empat gelar.
Negara tersebut juga menjadi kontestan tetap di Piala Dunia Futsal dan kini menduduki peringkat kelima dalam ranking FIFA, tepat di bawah Argentina, Spanyol, Portugal, serta penguasa futsal dunia, Brasil.
Pada edisi kali ini, Iran melaju ke partai puncak usai menumbangkan Irak dengan skor 4-2. Hasil tersebut menjaga catatan sempurna tim besutan Vahid Shamsaee itu dengan raihan lima kemenangan dari lima laga hingga babak semifinal.
"Jika mereka menang, kami ucapkan selamat. Jika kami menang, kami akan sangat bahagia dan menunjukkan bahwa kami juga tim yang kuat," tutur pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.
Ketika ditanya mengenai hal yang diharapkan untuk menundukkan Iran, Souto hanya menyatakan bahwa timnya wajib tampil lebih optimal dibandingkan performa malam ini.
"Bermain lebih baik dari hari ini. Hari ini kami sudah bermain sangat baik. Jika kami bermain di level yang sama, itu sudah bagus," ungkap Souto.
Sebagai langkah persiapan awal, pelatih berusia 44 tahun itu menjelaskan bahwa timnya akan fokus pada proses recovery atau pemulihan.
Setelah itu, Indonesia bakal melakoni satu sesi latihan pada Jumat (6/2/2026) besok guna merancang taktik terbaik untuk menumbangkan sang raja futsal Asia.
"Hal terpenting sekarang adalah pemulihan pemain. Kami punya satu sesi latihan besok, tapi fokusnya adalah terapi, nutrisi, dan tidur. Tanpa tidur yang cukup, sekitar 8 jam malam dan 2 jam siang, pemulihan akan sulit. Makan, tidur, latihan pemulihan, ulangi," terang Souto.