Daftar 7 Negara yang Terbitkan Travel Warning ke Venezuela Setelah Penangkapan Maduro

Kamis, 08 Januari 2026 | 17:53:18 WIB
Ilustrasi travel warning ke Venezuela. [Foto: NET]

JAKARTA – Dunia internasional tengah diguncang oleh aksi serangan udara mendadak yang dilakukan Amerika Serikat ke sejumlah wilayah di Venezuela pada Jumat malam (2/1/2026).

Pasca ledakan hebat yang menggetarkan ibu kota Caracas, Presiden AS Donald Trump memberikan pengumuman bahwa pasukannya telah berhasil meringkus Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Dalam operasi penyergapan malam hari itu, Ibu Negara Cilia Flores pun ikut diamankan. Keduanya dikabarkan telah dibawa keluar dari Venezuela menuju Amerika Serikat guna menjalani proses hukum.

Tuduhan Narkoterorisme

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, memvalidasi bahwa Maduro bakal diadili di New York dengan sangkaan keterlibatan dalam narkoterorisme.

Dakwaan resmi bagi pemimpin Venezuela itu baru saja dirilis pada Sabtu (3/1/2026), sebagaimana dinukil dari The Guardian.

Tindakan ekstrem ini menjadi titik puncak dari kampanye "tekanan maksimum" yang diusung Trump pada masa jabatan keduanya.

Trump mendakwa Maduro sebagai salah satu tokoh bandar narkoba terbesar di dunia yang memicu ketidakstabilan kawasan lewat perdagangan narkotika serta imigrasi ilegal.

Travel Warning

Buntut dari operasi militer tersebut, kondisi keamanan di Venezuela merosot tajam. Sedikitnya tujuh negara besar langsung memberlakukan larangan bagi warga negaranya untuk berkunjung ke Venezuela.

1. Amerika Serikat

Lewat laman resmi kedutaan besarnya, AS memasang status Level 4. Warga negara AS yang masih menetap di Venezuela diminta untuk segera angkat kaki.

Departemen Luar Negeri AS memberikan peringatan mengenai risiko penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, hingga terorisme. Layanan konsuler di Caracas sendiri masih dalam status penangguhan sejak tahun 2019.

2. Kanada

Menyadur Vancouver City News, Kanada memblokir seluruh akses perjalanan ke Venezuela lantaran tingginya angka kriminalitas dengan kekerasan serta krisis obat-obatan, bahan bakar, dan air bersih.

Warga Kanada diperintahkan untuk bersiap berlindung di lokasi masing-masing (shelter-in-place), serta memastikan stok pangan, air, dan kebutuhan primer lainnya tersedia.

3. Inggris

Merujuk data Gov.uk, FCDO memberikan anjuran untuk tidak melakukan perjalanan ke Venezuela. Inggris memperingatkan adanya risiko teroris serta potensi pemeriksaan ketat hingga penahanan di area bandara bagi warga negara asing.

4. Australia

Melansir 9News, Smart Traveller meminta warga Australia untuk segera meninggalkan negara tersebut. Instalasi militer di Caracas, Miranda, Aragua, dan La Guaira dilaporkan menjadi target serangan. Australia juga memperingatkan bahwa ruang udara bisa ditutup kapan saja.

5. Tiongkok

Mengutip China Daily, Kementerian Luar Negeri Tiongkok memberikan imbauan agar warganya menunda perjalanan untuk sementara waktu. Warga Tiongkok yang masih bertahan di sana diminta menjauh dari titik konflik dan meningkatkan kesiagaan darurat.

6. India

Kementerian Luar Negeri India menghimbau warga negaranya untuk menghindari perjalanan non-esensial ke Venezuela. Selain itu, warga India di sana diminta membatasi pergerakan dan terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar India di Caracas.

7. Rusia

Dilansir dari Tribunnews, Kedubes Rusia memberikan penegasan bahwa warga negara Rusia “sangat disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Venezuela kecuali benar-benar diperlukan,” dikarenakan kondisi keamanan yang dianggap memburuk secara signifikan.

Moskow secara gamblang menunjuk serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela dan potensi eskalasi sebagai alasan utama dikeluarkannya peringatan tersebut.

“Kami sangat menyarankan untuk tidak bepergian ke negara tersebut sehubungan dengan agresi bersenjata Amerika Serikat terhadap Venezuela dan ancaman serangan lebih lanjut,” ucap Kedutaan Rusia, dikutip dari Anadolu.

Langkah Darurat
1. Pastikan dokumen pengenal dan paspor tersimpan di lokasi yang gampang diakses.
2. Sediakan stok makanan instan, air bersih, serta obat-obatan dalam jumlah cukup.
3. Cek informasi di situs maskapai secara berkala mengingat keterbatasan tiket yang tersedia.
4. Jauhi segala jenis aksi demonstrasi maupun konsentrasi massa politik.

Terkini