Bakar Kalori atau Minim Risiko? Simak Perbandingan Antara Jalan Kaki dan Lari

Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:46:36 WIB
Ilustrasi jalan kaki dan lari. [Foto: Canva]

JAKARTA – Pada era saat ini, masyarakat tampaknya kian peduli terhadap kebugaran. Fenomena olahraga jalan kaki serta lari pun marak dilakukan oleh khalayak luas. Namun pertanyaannya, di antara jalan kaki dan lari, manakah yang lebih unggul?

Secara prinsip, aktivitas lari maupun jalan kaki mempunyai manfaat yang serupa bagi kesehatan. Keduanya mampu memelihara kesehatan jantung, memperbaiki kondisi psikis, serta menjaga kebugaran tubuh secara total.

Meski demikian, banyak individu menilai lari lebih efektif dalam menunjang kesehatan. Tingkat intensitas lari yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Padahal, aktivitas jalan kaki juga mampu memberikan dampak bugar pada fisik sebagaimana berlari. Hanya saja, terdapat sejumlah aspek yang mesti dicermati.

"Kamu perlu berjalan kaki dalam durasi lebih lama untuk menyamakan apa yang didapat dari berlari [durasi pendek]," ujar ahli kesehatan olahraga Karen Feakes, mengutip laman Cleveland Clinic, Sabtu (24/1/2026).

Kelebihan berjalan kaki

Jalan kaki dapat menjadi pilihan olahraga yang lebih santai dan aman ketimbang lari. Inilah beberapa keunggulan jalan kaki.

1. Praktis, terjangkau, dan nyaman

Untuk melakukan jalan kaki, kamu tak butuh perlengkapan khusus. Yang dibutuhkan cuma kemauan diri dan sepasang sepatu yang pas di kaki.

Jalan kaki juga fleksibel dilakukan di mana pun, baik di area taman, lingkungan perumahan, bahkan di dalam ruangan sekalipun.

Di samping itu, kegiatan jalan kaki bersama rekan juga dapat menjadi sarana interaksi sosial yang positif bagi kami.

2. Rendah risiko

Jalan kaki mempunyai tingkat risiko cedera yang lebih kecil dibandingkan lari. Oleh sebab itu, jalan kaki sejatinya lebih ramah bagi kesehatan persendian.

"Berjalan kaki membantu persendian tetap terlumasi dan membantu tubuh tidak terlalu kaku," ujar Feakes.

3. Luwes dan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik

Berdasarkan penjelasan Feakes, ritme jalan kaki yang optimal adalah sekitar 15 menit untuk jarak 1,5 kilometer (km).

Walau begitu, kamu diizinkan mengatur serta menyesuaikan tempo sesuai limit kemampuan. Secara bertahap, naikkanlah kecepatannya.

"Seiring waktu kamu dapat meningkatkan kecepatan dan mencapai kondisi berjalan cepat," ujar dia.

Kelebihan berlari

Olahraga lari merupakan opsi yang pas bagi mereka yang punya keterbatasan waktu. Berlari pun sanggup memberikan tantangan tersendiri bagi para peminatnya.

Inilah beberapa keunggulan lari.

1. Membakar kalori lebih besar

Fisik dapat membakar jumlah kalori yang lebih tinggi ketika berlari. Selisihnya tergolong cukup besar jika dikomparasikan dengan jalan kaki.

Diasumsikan bahwa berlari mampu meluruhkan kalori hingga dua kali lipat lebih banyak ketimbang sekadar berjalan kaki.

2. Menaikkan VO2 maksimal

VO2 maksimal merupakan tolok ukur konsumsi oksigen tertinggi yang mampu dicapai selama melakukan aktivitas fisik.

Sejumlah riset mengindikasikan bahwa memiliki angka VO2 maksimal yang tinggi sangat berdampak pada kualitas hidup kami seiring bertambahnya usia.

3. Menguatkan massa tulang dan otot

Berlari ataupun jalan kaki pada dasarnya sama-sama mampu mengokohkan tulang. Namun, studi memperlihatkan bahwa aktivitas lari cenderung memicu kepadatan tulang yang lebih signifikan.

Terkini