JAKARTA – Dalam aktivitas sehari-hari, tidak jarang anggota keluarga di rumah sering memanaskan kembali makanan lantaran dianggap masih layak untuk dimakan.
Walaupun demikian, terdapat sejumlah makanan yang tidak boleh dipanaskan lagi karena pertimbangan tertentu.
Menyadur laman IPB University, Selasa (27/1/2026), dosen Departemen Gizi Masyarakat Karina Rahmadia Ekawidyani memaparkan, terdapat kategori makanan yang sebaiknya dihindari untuk dipanaskan ulang.
Penyebabnya, kategori makanan yang dipanaskan itu memiliki kandungan senyawa tertentu atau rentan terkontaminasi kuman.
Sebagai contoh, sayuran dengan kadar nitrat tinggi seperti bayam atau pangan berbasis protein layaknya ayam atau telur karena berisiko terpapar bakteri Salmonella.
Daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali
Lalu, apa saja daftar makanan yang dilarang untuk dipanaskan kembali tersebut? Mengutip laman Times of India, berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Bayam
Bayam memiliki kadar nitrat yang tergolong cukup tinggi. Apabila dipanaskan lagi, maka nitrat tersebut berpotensi menjadi berbahaya. Hal ini pastinya berisiko bagi kesehatan, terutama pada individu yang memiliki kondisi medis khusus.
Oleh sebab itu, konsumsilah bayam saat kondisinya masih segar. Usahakan untuk menyimpannya dengan tepat dan tidak membiarkannya dalam waktu yang terlalu lama.
2. Kentang
Jika dipanaskan secara berulang-ulang, kentang berisiko memicu tumbuhnya bakteri yang dikenal sebagai Clostridium botulinum.
Bukan itu saja, apabila kurang benar dalam metode penyimpanan, kentang juga berpotensi menjadi lokasi perkembangan bakteri.
Maka dari itu, simpanlah kentang yang telah matang secara benar dan perhatikan suhu ruangan guna meminimalisir munculnya bakteri tersebut.
3. Telur
Telur termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali lantaran teksturnya dapat berubah kenyal dan berisiko memicu penyakit bagi orang yang memakannya. Bahkan, sangat mungkin telur yang dipanaskan berulang kali akan memicu aroma belerang.
Proses pemanasan telur yang berulang juga bisa merusak komposisi protein di dalamnya. Maka, dianjurkan untuk mengonsumsi telur saat masih baru dimasak agar lebih terjamin.
4. Daging ayam
Hampir serupa dengan telur, memproses ulang daging ayam dengan panas dapat menurunkan kadar protein dan membuat tekstur dagingnya menjadi lebih alot.
Akan lebih bijak jika saat hendak mengolah daging ayam, sesuaikan dengan porsi yang dibutuhkan agar tidak perlu dilakukan penggorengan atau pemanasan kembali.
5. Seafood
Walaupun pada umumnya menyantap berbagai macam seafood dilakukan pada saat tertentu dan langsung dihabiskan, namun terkadang ada sebagian orang yang memanaskan kembali hidangan laut ini karena faktor tertentu.
Seafood dikenal sangat mudah menjadi tempat pertumbuhan bakteri dan teksturnya sering kali cepat berubah jika terpapar panas kembali.
Jalan keluar paling ideal atau metode paling aman dalam menikmati seafood adalah dengan langsung menyantapnya setelah matang, tanpa menyisakannya.
6. Jamur
Jamur merupakan bahan pangan yang kaya akan protein. Namun, apabila dipanaskan kembali, cita rasa serta kandungan protein di dalamnya dapat menyusut.
Faktor lain yang membuat jamur tidak dianjurkan untuk dipanaskan ulang adalah terkait potensi timbulnya nitrogen teroksidasi atau radikal bebas.
7. Nasi
Siapa yang menyangka, sebagai sumber energi utama bagi mayoritas orang, nasi adalah salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Sebab, tanpa disadari, nasi yang dipanaskan lagi dapat memicu munculnya bakteri, terutama bakteri Bacillus Cereus.
Ketika nasi dibiarkan pada suhu ruangan kemudian dipanaskan lagi, bakteri tersebut dapat tumbuh dengan cepat bahkan menimbulkan risiko yang mampu memicu keracunan.