Apple Juara, Ini Daftar Vendor Ponsel Terbesar Versi Counterpoint

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:41:17 WIB
Ilustrasi iPhone. [Foto: REUTERS/Manuel Orbegozo]

JAKARTA – Lembaga riset Counterpoint merilis data mengenai pabrikan ponsel terbesar di dunia untuk tahun 2025 melalui laporan bertajuk "Pengiriman Smartphone Global 2025".

Data tersebut menyusun daftar lima besar produsen ponsel di dunia yang berbasis pada estimasi angka sell-in, yakni volume pengiriman perangkat dari manufaktur menuju distributor atau gerai ritel, bukan angka penjualan langsung ke pengguna.

Merujuk pada temuan Counterpoint, Apple berhasil menduduki posisi puncak dalam jajaran lima besar vendor ponsel dunia tahun 2025.

Hal ini karena volume pengiriman unit iPhone selama setahun penuh melampaui capaian merek-merek pesaingnya.

Di tahun 2025, angka pengiriman iPhone mengalami kenaikan 10 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), yang membawa Apple menguasai pangsa pasar (market share) sebesar 20 persen.

Perolehan pangsa pasar tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan produsen lainnya.

Analis Senior Counterpoint, Varun Mishra menyatakan bahwa ekspansi jangkauan perusahaan serta lonjakan permintaan di wilayah negara berkembang dan kelas menengah menjadi faktor utama pertumbuhan Apple.

"iPhone 17 series mendapat daya tarik yang signifikan pada kuartal keempat, sementara iPhone 16 masih laris terus di Jepang, India, dan Asia Tenggara. Momentum ganda ini semakin diperkuat oleh siklus upgrade di era pandemi, karena jutaan pengguna akan segera mengganti perangkat mereka," kata Mishra.

Samsung berada di posisi kedua dengan perolehan pangsa pasar 19 persen. Produsen asal Korea Selatan ini mencatatkan pertumbuhan 5 persen YoY, yang disokong oleh pengiriman lini Galaxy A series, Galaxy Z Fold 7, serta Galaxy S25 series.

Dari sisi wilayah, performa Samsung diperkuat oleh tingginya penjualan di Jepang serta beberapa pasar utama lainnya, meskipun hasil di Eropa Barat dan Amerika Latin cenderung kurang memuaskan.

Posisi ketiga dihuni oleh Xiaomi. Perusahaan ponsel asal China tersebut mengamankan pangsa pasar sebesar 13 persen.

Counterpoint mencatat bahwa keberhasilan Xiaomi di tahun 2025 didorong oleh langkah premiumisasi produk, tingginya minat di negara berkembang, serta ketersediaan varian produk yang menjangkau tiap segmen.

"Ekskusi yang kuat di Amerika Latin dan Asia Tenggara, ditambah dengan manajeman saluran yang efektif, membantu mempertahankan pengiriman meskipun menghadapi tantangan industri," jelas Counterpoint mengenai performa Xiaomi.

Vivo menempati urutan keempat dengan kenaikan 3 persen YoY melalui strategi fokus pada segmen premium.

Pertumbuhan Vivo di tahun 2025 juga dipengaruhi oleh penguatan jaringan penjualan luring di India dan portofolio produk yang dinilai lebih efisien.

Di sisi lain, Oppo berada di peringkat kelima dengan tren penurunan pertumbuhan sekitar 4 persen YoY. Counterpoint menganalisis bahwa pelemahan ini terjadi akibat persaingan yang semakin ketat di wilayah Asia Pasifik dan China.

Meski demikian, Oppo tetap meraih tren positif di wilayah Timur Tengah & Afrika serta India.

Seiring pengumuman penggabungan Realme ke dalam manajemen Oppo baru-baru ini, performa Oppo di masa mendatang diprediksi akan menunjukkan perbaikan.

Pertumbuhan Pasar Ponsel Dunia 2025 Mencapai 2 Persen

Secara keseluruhan, pasar ponsel pintar global pada tahun 2025 mengalami kenaikan tipis sebesar 2 persen YoY.

Kenaikan ini dipicu oleh strategi produk premium yang didukung skema pembayaran menarik dan pemasaran yang tepat sasaran, serta semakin luasnya penggunaan perangkat 5G di wilayah negara berkembang.

"Pada tahun 2025, pasar smartphone terus bergeser secara bertahan ke tingkat harga yang lebih tinggi, didorong oleh konsumen yang upgrade ke perangkat premium. Pada saat yang sama, permintaan untuk handset 5G meningkat tajam di seluruh wilayah berkembang," ungkap analis senior Counterpoint, Shilpi Jain.

Jain pun menambahkan bahwa perkembangan pasar selama 2025 tidak terjadi secara merata. Wilayah Jepang, beberapa area di Asia Pasifik, serta Timur Tengah & Afrika menunjukkan hasil yang kuat sehingga mampu menyeimbangkan pasar lain yang sedang lesu.

Terkait kebijakan tarif yang sempat mengkhawatirkan para produsen di awal 2025, pada prosesnya hanya memberikan dampak kecil sehingga tidak terlalu mengganggu volume pengiriman pada paruh kedua tahun tersebut.

Estimasi untuk Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Counterpoint memprediksi pasar ponsel dunia akan mengalami perlambatan akibat keterbatasan stok dan kenaikan harga cip memori. Fenomena naiknya harga perangkat sudah mulai terdeteksi sejak pengujung 2025.

"Pasar smartphone global diperkirakan melambat pada tahun 2026 di tengah langkanya DRAM/NAND dan meningkatnya biaya komponen kerena produsen chip memprioritaskan data center AI ketimbang smartphone," terang Direktur Riset Tarun Pathak.

Atas dasar kondisi tersebut, Counterpoint memproyeksikan volume pengiriman ponsel di tahun 2026 akan berkurang sekitar 3 persen.

Namun, Apple dan Samsung diperkirakan tetap memiliki performa yang tangguh karena didukung oleh manajemen rantai pasok yang lebih solid serta posisi merek yang kuat di kategori premium.

"Sementara itu vendor ponsel China yang fokus ke segmen HP murah akan menghadapi tekanan yang lebih besar," ucap Pathak, sebagaimana disadur dari laman resmi Counterpoint.

Terkini