Antisipasi Kredit Macet, GandengTangan Perkuat Monitoring Usaha UMKM

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:28:37 WIB
Ilustrasi fintech GandengTangan. [FOTO: Istimewa]

JAKARTA – Fintech P2P lending PT Kreasi Anak Indonesia (GandengTangan) menilai dinamika bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat memengaruhi tingkat kredit macet usai Lebaran.

Direktur Utama GandengTangan Mushfi Ridho mengatakan dalam pembiayaan produktif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dinamika setelah Lebaran sebenarnya lebih mencerminkan perubahan siklus bisnis usaha.

Mushfi Ridho bilang banyak UMKM mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran, terutama pelaku usaha di sektor tertentu, seperti food and beverage, serta produk konsumen.

"With demikian, mereka meningkatkan produksi maupun stok barang yang berdampak pada peningkatan kebutuhan modal kerja untuk menangkap momentum festive season tersebut," ucapnya, dikutip pada Kamis (5/3/2026).

Setelah periode tersebut, Mushfi menyebut aktivitas konsumsi biasanya kembali normal sehingga arus kas usaha ikut menyesuaikan. Mushfi Ridho bilang fase transisi itu dalam beberapa kasus dapat memengaruhi ketepatan pembayaran dalam jangka pendek.

"Apalagi, jika perputaran stok atau pembayaran dari mitra usaha sedikit lebih lambat dari proyeksi, arus kas usaha juga bisa ikut terdampak," tuturnya.

Oleh karena itu, dalam konteks pembiayaan produktif, Mushfi menerangkan kenaikan TWP90 seusai Lebaran lebih banyak berkaitan dengan dinamika siklus usaha UMKM.

Untuk mengantisipasi kenaikan TWP90, terutama usai Lebaran, Mushfi menerangkan GandengTangan melihat pengelolaan risiko tidak hanya sebatas penilaian kredit, tetapi juga memahami model bisnis dan siklus usaha dari pelaku UMKM yang dibiayai.

Dengan demikian, dalam proses underwriting, GandengTangan juga menitikberatkan pada analisis arus kas usaha, sektor bisnis, serta posisi UMKM dalam rantai nilai bisnis.

Selain itu, Mushfi menyampaikan pihaknya juga berupaya memperkuat pengelolaan portofolio melalui diversifikasi sektor, monitoring usaha secara lebih aktif bersama mitra ekosistem, serta komunikasi yang lebih intense dengan UMKM yang dibiayai.

Dengan pendekatan tersebut, Mushfi Ridho bilang pihaknya berupaya menjaga kualitas pembiayaan tetap terkelola dengan baik, sekaligus memastikan pembiayaan produktif dapat terus menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, GandengTangan mencatatkan angka TWP90 sebesar 0,03% per 4 Maret 2026.

Asal tahu saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech lending per Januari 2026 mengalami peningkatan.

Angka TWP90 per Januari 2026 tercatat sebesar 4,38%, atau meningkat dari posisi Desember 2025 yang sebesar 4,32% dan dibandingkan posisi Januari 2025 yang sebesar 2,52%.

Meski angkanya masih dalam kondisi terjaga, tetapi sudah mulai mendekati batas aman ketentuan OJK, yakni sebesar 5%.

Terkini