JAKARTA – Perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending PT Info Tekno Siaga atau Adapundi menilai tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 berpotensi mengalami kenaikan setelah periode Lebaran.
Kondisi tersebut juga terlihat dari pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Rasio TWP90 memang cenderung meningkat setelah periode Lebaran. Tren itu dipicu lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan yang biasanya diikuti dengan tingginya permintaan pendanaan di waktu yang bersamaan," ungkap Direktur Operasional Adapundi, Minerva Agustiani, Jumat (13/3/2026).
Untuk menghadapi potensi tersebut, Minerva menyebut kunci utamanya terletak pada disiplin dalam mitigasi risiko.
Jika proses underwriting dipaksakan terlalu agresif demi mengejar pertumbuhan tanpa analisis yang memadai, potensi keterlambatan pembayaran diperkirakan akan meningkat setelah Lebaran.
"Selain itu, pengeluaran yang besar saat Lebaran sering kali membuat arus kas sebagian peminjam menjadi lebih terbatas dalam jangka pendek," katanya.
Minerva menuturkan kondisi itu juga menjadi perhatian Adapundi. Menurutnya, proses credit assessment yang akurat tetap menjadi prioritas perusahaan agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Dalam menghadapi periode Ramadan dan Lebaran, Minerva menjelaskan bahwa perusahaan akan tetap menjaga disiplin dalam proses seleksi pembiayaan.
Perusahaan akan mengoptimalkan penilaian risiko berbasis data guna memastikan pendanaan hanya diberikan kepada borrower dengan profil risiko yang sehat serta memiliki kemampuan pembayaran yang memadai.
"Kami juga melakukan pendekatan yang lebih proaktif kepada borrower, terutama pada periode pembayaran Tunjangan Hari Raya," tuturnya.
Berdasarkan data yang ada, Minerva menilai periode tersebut sebenarnya dapat menjadi kesempatan bagi borrower untuk menata kembali kondisi keuangan mereka.
Karena itu, Adapundi juga berupaya memberikan pendampingan serta pengingat yang lebih personal agar kualitas portofolio tetap terjaga.
"Ke depannya, Adapundi akan terus memperkuat manajemen risiko lewat proses verifikasi yang lebih ketat, serta kolaborasi dengan mitra asuransi yang kredibel," ucapnya.
Minerva menyampaikan bahwa langkah-langkah tersebut dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman ketika menggunakan layanan perusahaan.
Berdasarkan informasi pada situs resmi perusahaan, angka TWP90 Adapundi tercatat sebesar 0,22% per 12 Maret 2026.