10 Trik Jitu Tawar-menawar Saat Liburan di Luar Negeri Agar Dapat Harga Lebih Murah

10 Trik Jitu Tawar-menawar Saat Liburan di Luar Negeri Agar Dapat Harga Lebih Murah
Ilustrasi berbelanja di luar negeri. [Foto: NET]

JAKARTA – Apakah ingin berbelanja dengan lebih hemat ketika berlibur ke luar negeri? Perhatikan trik jitu dalam tawar-menawar supaya bisa memperoleh harga diskon di pasar maupun destinasi wisata.

Kegiatan tawar-menawar merupakan bagian yang sulit dipisahkan dari pengalaman berwisata di berbagai negara.

Mulai dari pasar tradisional, toko suvenir, hingga layanan transportasi lokal, negosiasi selalu menjadi metode efektif demi mendapatkan harga terbaik.

Sering kali terjadi, hambatan bahasa membuat wisatawan kesulitan dalam berkomunikasi. Namun, terdapat trik jitu untuk mendapatkan harga diskon tanpa harus menguasai bahasa setempat.

Menyadur situs Life is Travel, Senin (2/2/2026), berikut adalah trik jitu tawar-menawar guna mendapatkan harga diskon saat berbelanja di luar negeri.

10 Trik Jitu Tawar-menawar Harga di Luar Negeri

1. Senyum dan Sopan

Perlu diingat bahwa bersikap sopan serta saling menghormati di negara orang merupakan kewajiban. Bersikap santun dalam proses tawar-menawar dapat menjadi interaksi ringan dengan penjual.

Senyuman dan sikap ramah yang ditunjukkan mampu mencairkan suasana, sehingga penjual lebih senang hati memangkas harga karena merasa nyaman saat berinteraksi.

2. Jangan Sebut Harga Pertama

Bagi wisatawan yang hendak berbelanja, hindari menyebutkan angka terlebih dahulu. Biarkan penjual menyampaikan harga barang atau jasa yang ingin dibeli, barulah setelah itu gunakan trik negosiasi yang telah disiapkan untuk memperoleh diskon.

3. Riset Harga Sebelum Membeli

Sebelum mulai menawar, amati terlebih dahulu harga yang umum ditawarkan di lokasi tersebut, termasuk perbandingan harga yang dibayarkan oleh turis lain maupun warga lokal.

Dengan mengetahui estimasi harga, wisatawan memiliki patokan untuk mendapatkan nilai yang lebih murah.

4. Mencoba Akrab dengan Bahasa Lokal

Bagi wisatawan yang tidak fasih berbahasa setempat, hal itu tidak menjadi masalah. Namun, sebaiknya pelajari beberapa kata umum seperti "berapa harganya?", "terlalu mahal", atau "terima kasih".

Mayoritas penjual biasanya lebih menghargai upaya pembeli yang memakai bahasa lokal, sehingga tidak menutup kemungkinan wisatawan diberikan diskon.

5. Jangan Tunjukkan Uang yang Dimiliki

Jangan memperlihatkan uang tunai atau dompet kepada penjual. Menunjukkan dompet yang tebal atau uang yang banyak justru memberikan sinyal bahwa wisatawan memiliki kemampuan finansial tinggi, yang berpotensi memicu penjual menaikkan harga.

Sebaiknya lakukan negosiasi hingga tuntas, baru keluarkan uang setelah kesepakatan harga tercapai.

6. Tetap Sabar dan Jangan Buru-buru

Demi meraih harga diskon yang diharapkan, wisatawan memang dituntut untuk sabar dan tidak tergesa-gesa. Kuncinya adalah kemampuan kami untuk meyakinkan penjual agar bersedia memberikan potongan harga yang sesuai.

Jika terlihat terburu-buru atau frustrasi, penjual dapat memanfaatkan situasi tersebut untuk tetap mempertahankan harga tinggi.

7. Tembak Harga Lebih Murah

Mulailah menawar dengan angka yang lebih rendah dari harga target. Strategi ini memberikan ruang untuk bernegosiasi naik secara perlahan namun tetap berada di bawah anggaran yang sudah disiapkan.

8. Bandingkan Harga

Apabila penjual enggan menurunkan harga, cobalah membandingkannya dengan harga di kios atau toko sebelah.

Penjual akan menyadari bahwa calon pembeli tidak bergantung pada satu tempat saja, sehingga mereka lebih berpeluang memberi diskon agar pembeli tidak pergi.

9. Beri Pujian kepada Penjual

Memberikan pujian yang tulus terhadap barang dagangan atau penataan toko menunjukkan bahwa wisatawan menghargai usaha mereka.

Penjual yang merasa diapresiasi sering kali akan bersikap lebih bersahabat dan mungkin menawarkan harga spesial. Hal ini bisa menjadi cara untuk menarik simpati penjual.

10. Konsisten Pada Harga

Kunci utamanya adalah konsistensi. Jika sudah menetapkan angka yang bersedia dibayar, pegang teguh tawaran tersebut saat menyampaikannya.

Tawar-menawar bukan sekadar urusan harga, melainkan juga soal konsistensi; jika wisatawan sering mengubah tawaran sendiri, penjual bisa kehilangan rasa hormat atau bahkan menolak untuk menurunkan harga.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index