Beberapa Penyebab Website Sepi Pengunjung

  • Whatsapp
website sepi pengunjung

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan suatu website mengalami sepi pengunjung alias minim traffic. Padahal, website kerap didengungkan sebagai salah satu tempat terbaik melakukan promosi produk/jasa untuk menggaet kustomer.

Agaknya, peran website sebagai “jalur pintas” dalam meraih keuntungan akan berbalik menjadi persoalan ketika penggunanya tidak bisa memanfaatkan website dengan baik. Meski kita sadar, saat ini website telah menjadi bagian pemasaran digital yang efektif.

Berangkat dari keprihatinan ini, Kawula akan berbagi tips tentang cara mengatasi website sepi pengunjung dengan cara paling “receh” supaya bisa menjadi manfaat bagi yang membaca.

Beberapa Penyebab Website Sepi Pengunjung

Sebelum masuk pada musabab blog sepi pengunjung, sebaiknya kamu harus tahu bahwa untuk mendapatkan pengunjung oraganik memang bukan perkara gampang. Pasalnya, untuk mencapai hal itu, perlu pengetahuan dasar tentang SEO (Search Engine Optimization).  Banyak panduan belajar SEO gratis yang bisa didapatkan di internet.

Lalu, apa itu pengunjung organik? Pengunjung organik adalah orang yang paling berpotensi mendatangkan pemasukan untuk kamu. Kenapa demikian? Karena mereka adalah orang-orang yang memiliki ketertarikan atau minat terhadap suatu produk/jasa yang ditawarkan lewat websitemu.

Oleh karena itu, penting sekali bagi pelaku bisnis atau pemilik website melakukan riset kata kunci sebelum mempublikasikan produk/jasa di website. Tujuannya jelas, menjaring calon kustomer berdasarkan minat mereka.

Kemudian apa saja penyebab website sepi pengujung? Berikut urainnya.

1. Optimasi SEO Belum Dilakukan

Seperti yang telah disinggung di awal, lalu lintang pengunjung website dipengaruhi beragam faktor, salah satunya optimasi SEO. Nah, barangkali tidak semua pebisnis terkendala dalam hal ini. Namun bagi pemula, hal inilah yang terkadang luput dilakukan karena faktor ketidaktahuan.

Optimasi SEO dasar bisa dilakukan dengan mengintegrasikan (mengaitkan) situs ke Google Search Console dan Google Analytic. Sesimpel itu.

Tindakan sederhana ini perlu dilakukan apabila website kamu sudah online atau bisa diakses oleh pengguna internet. Dengan menautkan Google Search Console atau Google Analytic, kamu bisa memantau peforma dari situsmu.

Data yang disajikan kedua tools bikinan Google ini, bisa dijadikan panduan untuk menganalisis seperti pengoptimalan kata kunci, melakukan perbadingan kata kunci yang ditargetkan melalui jumlah jangkauan (impression), dan lain sebagainya.

Jadi, hal paling dasar dalam Optimasi SEO OnPage, yaitu menautkan situs ke Google Analytic dan Google Search Console.

2. Perhatikan Kualitas Konten 

Saya percaya semua orang bisa menulis dengan versinya sendiri. Namun, jika sudah bicara menulis di website, ada mutu tulisan yang tidak dibantah. Sebab, persaingan di mesin pencari adalah kualitas konten yang disajikan oleh suatu website.

Hemat saya, kualitas konten bukan semata-mata diukur dari panjang atau pendeknya suatu artikel, melainkan dari banyak faktor yang bisa diperdebatkan. Boleh jadi, karena website sudah cakap dan bagus di mata Google, artikel pendek pun bisa nongol di halaman satu.

Nah, sependek pengalaman saya, artikel yang baik terdiri dari 500-1000 kata, yang memberikan manfaat bahkan solusi bagi pembaca. Jadi, jika kamu punya kemauan membuat artikel berkualitas untuk pengujung websitemu, maka buatlah mereka tidak merasa digurui oleh artikel yang kamu sajikan. Tanggapi komentar mereka jika ada yang meninggalkan komentar.

Dengan begitu, kamu sedikit banyak sudah membangun ruang percakapan atau diskusi hangat dengan pengunjung website.

3. Pastikan Kecepatan Website saat Diakses

Banyak yang berpendapat bahwa kecepatan loading website bisa memengaruhi intensitas pengunjung. Maka dari itu, pastikan saat website diakses loading-nya tidak melebih dari tiga detik.

Bagaimanapun loading website yang lambat akan membuat pengunjung gerah, dan akan mengakhiri aktivitas kunjungan sedini mungkin. Dampaknya adalah peforma situs tersebut masuk dalam kategori “buruk”, sehingga mengakibatkan rasio pentalan (bounce rate) meningkat.

Berikut patokan kecepatan loading website yang perlu diketahui

  • Di bawah 1 detik = sempurna
  • 1-3 detik = di atas rata-rata
  • 3-7 detik = buruk
  • 7 detik ke atas = sangat buruk

Jadi, sebaiknya lakukan optimasi kecepatan website jika mengalami hal ini. Rata-rata yang membuat peforma situs melambat terjadi karena gambar yang dipublikasikan tidak dikompres. Jika ini masalahnya, maka lakukanlah pengompresan gambar terlebih dahulu. Nah, pengaruh melambatnya peforma website ini juga bisa dipengaruhi karena daya tampung hosting yang tidak maksimal. Bagi pengguna WordPress bisa melakukan upgrade hosting.

4. Tampilan Website Responsif / Tidak Mobile Friendly

Agaknya, zaman kini tema blogspot maupun wordpress telah dibuat sedemikian rupa agar bisa diakses dalam versi mobile. Akan tetapi, faktor ketidaktahuan penggunaan tema ini bisa menjadi alasan website sepi pengunjung.

Oleh karena itu, menggunakan tema web yang mobile friendly akan mendatangkan banyak keuntungan bagi pemilik website, karena bisa diakses di berbagai jenis perangkat seperti PC (Personal Computer), Tablet, dan Smartphone.

Pastikan kamu menggunakan tema yang responsif dan mobile friendly, ya. Jika kamu pengguna WordPress, dan sedang mencari tema yang bagus, kamu bisa mengunjungi jasa install theme wordpress, masalah harga cukup terjangkau, lho.

5. Keliru Menargetkan Kata Kunci

Menargetkan kata kunci yang relevan dengan produk/jasa yang ditawarkan merupakan poin dasar untuk menentukan kesuksesan dari suatu rencana bisnis. Persaingan kata kunci di mesin pencari Google memang butuh perhatian lebih.

Untuk memenangkan persaingan kata kunci yang dibidik, sebaiknya gunakan long-tail keyword (kata kunci ekor panjang) untuk menarik pengunjung ke website. Dengan kata lain, kamu bersaing pada tingkat kata kunci yang lebih rendah tetapi memiliki potensi mendatangkan pengunjung.

Jika website sudah berhasil masuk halaman pertama Google, maka tak ada salahnya secara perlahan bersaing dengan kata kunci yang tingkat persaingannya tinggi. Untuk hal ini, pastikan websitemu sudah cakap di mata Google, ya.

6. Down Server 

Down server bisa menjadi salah satu faktor terjadinya website sepi pengnjung, khususnya bagi pengguna WordPress Self-Hosted. Tak sedikit yang berpendapat, down server akan memengaruhi hasil pencarian di mesin pencari.

Oleh sebab itu, lakukan perawatan secara berkala untuk mengetahui kinerja hosting yang digunakan. Jika hosting menjadi sumber sepinya pengunjung website, lakukan upgrade hosting terlebih dahulu. Jika sudah dilakukan, tapi masih mengakami kendala yang sama, sebaiknya cari tempat sewa hosting yang punya pelayanan terbaik dan peforma bagus.

Kesimpulan

Itu tadi beberapa penyebab kenapa website sepi pengunjung. Jadi, jika kamu punya keinginan maju dalam berbisnis lewat sarana online, maka perhatikan betul apa-apa yang bisa mempengaruhi peforma situs, dalam hal ini adalah pengunjung website.

Tingkatkan traffic organic, maka potensi untuk mendapatkan income dari website bisa diperoleh. Semoga berguna.