Vaksin Virus Corona Sinovac: Harga dan Fakta Menarik

  • Whatsapp
vaksin virus corona sinovac

Vaksin virus corona besutan Sinovac Biotech Ltd dari Tiongkok telah sampai di Indonesia. Dalam uji klinis fase III, pemberian dosis pertama melibatkan 1.620 relawan, dan 1.074 jiwa telah mendapatkan dosis kedua dari vaksin tersebut.

Perusahaan asal negeri Tirai Bambu menjadi salah satu dari empat produsen yang bergerak ke tahap final pengembangan vaksin Covid-19.

1,2 juta vaksin yang mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada Jumat, (6/12/2020) lalu dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo. Rencananya, vaksin virus corona ini diproyeksikan dapat melawan Covid-19.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan pemberian vaksin ke 170 juta jiwa dengan dua dosis vaksin per orang. Dengan kata lain, total keseluruhan dari vaksin ini sebanyak 340 juta dosis.

Kedatangan vaksin Sinovac atau vaksin Sinochem ini memberi harapan baru kepada dunia yang dilanda virus corona, termasuk Indonesia. Namun demikian, pemberian vaksin virus corona memprioritaskan tenaga kesehatan, yang menjadi tenaga pengaman terdepan dalam menanggulangi Covid-19.

Simpang siur harga vaksin corona ini menjadi dilema baru masyarakat. Pasalnya, hingga kini belum ada ketetapan atau kejelasan tentang harga vaksin Sinovac (Sinochem) ini.

Dilansir dari Halodoc, meski belum ada kejelasan pasti mengenai harga vaksin ini, di negeri asalnya vaksin Sinovac dipasarkan atau dijual dengan harga Rp421.000 per dosis.

Apa itu Vaksin Virus Corona Sinochem?

Vaksin Sinochem atau Vaksin Sinovac adalah vaksin menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun. Vaksin Sinochem termasuk ke dalam jenis vaksin inactivated vaccine.

Lebih jelasnya, inactivated vaccine membutuhkan beberapa dosis secara berkala untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit.

Jenis inactivated vaccine ini telah digunakan untuk penyakit Folio, Hepatitis A, hingga Rabies.

Negara yang Gunakan Sinochem/Sinovac

Tak hanya Indonesia yang menggunakan vaksin virus corona asal China ini. Ada negara Brasil dan Bangladesh yang melakukan uji klinis vaksin tersebut.

Menurut Reuters, anggota komite nasional penanganan Covid-19 Bangladesh menyampaikan, Sinovac sengaja menguji coba vaksinnya di luar China karena penurunan jumlah kasus virus corona di negara tersebut.

Lalu bagaimana hasil uji klinis vaksin Sinovac ini?

Di Indonesia, uji klinis telah dilakukan di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat. Selama pengujian berlangsung, Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Unpad-Bandung, Prof Kusnadi Rusmil memastikan tidak ada masalah dalam pengujian tersebut, semua relawan disebutnya dalam keadaan baik-baik saja.

Meski tidak ada kejadian yang mengkhawatirkan, pemantauan terhadap sejumlah relawan terus dimonitor secara berkala setelah pemberian imunisasi atau pemberian vaksin dengan periode 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan.

Fakta Menarik Vaksin Sinochem

Sebagaimana yang telah disinggung di awal, vaksin virus corona dipercaya mampu menghasilkan antibodi di tubuh manusia. Adanya vaksin di dalam tubuh menjadi sebuah upaya baru untuk melawan Covid-19, yang pertama kali muncul di Wuhan pada Desember 2019 silam.

Berikut fakta menarik Vaksin Virus Covid-19:

1. Harga

Bio Farma sebagai calon produsen vaksin ini belum dapat menentukan harga pasti atau harga resmi untuk dijual di Indonesia. Namun, menurut Bambang Heriyanto selaku Sekretaris Perusahaan Bio Farma menyebut kisaran harga vaksin untuk dijual di Indonesia sekitar Rp 73.250 hingga Rp 146.500 per dosis.

Perlu digarisbawahkan, harga di atas bukan harga resmi atau harga final. Karena Pemerintah juga belum mengeluarkan pernyataan tentang harga vaksin virus corona ini.

2. Lebel Halal dari MUI

Bio Farma selaku produsen juga akan melakukan sertifikasi halal melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan kata lain, vaksin yang rencananya akan didistribusikan pada 2021 mendatang menggunakan bahan baku halal sehingga perlu untuk sertifikasi halal dari MUI.

3. Relawan Mendapatkan Asuransi

Selama periode penelitian berlangsung, keluhan kesehatan dari yang ringan hingga berat yang dirasakan relawan akan mendapatkan asuransi.

Jadi, kesehatan peserta atau relawan ini tetap dipantau oleh petugas penelitian secara berkala setelah pemberian vaksin terakhir. Relawan juga mendapatkan rapid test dan swab test gratis.

4. Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin

Keikutsertaan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mempunyai alasan tertentu, yaitu untuk melawan berita hoaks soal Covid-19.

Pria yang biasa dipanggil Kang Emil itu berharap tidak ada yang meragukan vaksin Sinovac atau vaksin Sinochem setelah dirinya terlibat menjadi relawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *