Membangun Usaha Kuliner Mulai dari Nol

  • 3 min read
  • Jun 19, 2020
Cara Kembangkan Usaha Kuliner

Membangun usaha kuliner memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemiliknya. Bagaimana tidak, selain memerlukan modal usaha yang tidak sedikit, pemilik bisnis kuliner harus memutar otak untuk mengembangkan usahanya agar lebih baik agar tetap bisa bertahan di bidang kuliner ini.

Maraknya tempat maka seperti cafe, resto, rumah makan, dan warung-warung kecil di Indonesia menandakan bahwa bisnis kuliner sangat menjanjikan. Hal itu dapat dilihat dari antusiasme masyarakat kita yang gemar mencoba berbagai macam makanan khas Indonesia.

Namun, pengusaha kuliner tidak hanya menjual makanan khas nusantara saja. Mereka juga menyajikan makanan khas dari negeri lain sebagai varian menu dari resto mereka.

Namun, sebagai pemilik usaha kuliner tempat makan, sudah sepatutnya tahu bagaimana cara mengembangkan bisnis kuliner ini. Bagi kamu yang baru merintis usaha kuliner atau tempat makan, ada baiknya simak tips berikut ini.

Survei Usaha Kuliner

Melakukan survei pasar artinya kamu mencari tahu sasaran yang pas sebelum membuka bisnis kuliner. Survei pasar juga bertujuan untuk mengetahui persaingan bisnis, daya beli, atau keunikan dari usaha kuliner yang ingin kamu rintis.

Untuk mengetahui survei pasar, kamu bisa memanfaatkan informasi dari Google atau forum-forum yang membahas seputar bisnis kuliner. Banyak cara pengusaha kuliner membuat konsep berbeda untuk bisnis tempat makannya.

Memiliki konsep dalam bisnis kuliner tidak ubahnya dengan membuat perbedaan di mata konsumen. Hal ini pada akhirnya, yang membuat pelanggan tertarik singgah ke rumah makan yang kamu kelola, bahkan bisa menjadi pelanggan tetap Anda.

Tentukan Lokasi Usaha Kuliner

Langkah selanjutnya dalam membangun usaha kuliner adalah penentuan lokasi. Lokasi sangat berpengaruh terhadap bisnis kamu ke depannya. Oleh karena itu, ada baiknya kamu menentukan lokasi strategis untuk membuka usaha kamu.

Lokasi bisnis kuliner yang strategis seperti dekat dengan kampus, sekolah, dekat perkantoran, atau pinggir jalan yang menjadi pusat tempat orang mencari makanan.

Perlu diingat, lokasi strategis yang telah Anda tentukan, artinya boleh jadi Anda memiliki pesaing dalam bisnis kuliner ini. Logikanya, mana mungkin lokasi strategis hanya Anda saja yang berjualan makanan? Oleh karena itu, perlu strategi dalam hal satu ini seperti yang telah disinggung di urutan pertama, yaitu buat perbedaan dalam bisnis kuliner yang Anda bangun.

Desain Usaha Kuliner

Poin ini sebenarnya relatif sih. Banyak tempat kuliner yang biasa saja tetapi rasa dari menu yang mereka sajikan bikin ketagihan, dan membuat pelanggan balik lagi dan lagi.

Namun, mendesain tempat kuliner juga perlu diperhatikan. Misalnya, Anda mengosepkan kuliner ala eropa, maka tidak mungkin Anda mendesain tempat tersebut alat warteg, bukan?

Saat ini, banyak tempat usaha makanan yang memfasilitasi tempat makan dengan wifi dan colokan listrik. Bagi sebagian pebisnis kuliner mungkin itu adalah langkah terbaik untuk menjangkau pelanggan.

Akan tetapi, ada juga orang-orang yang hanya ingin makan di tempat makan. Dengan kata lain, orang-orang ini ingin menikmati makanan di tempat makan tersebut. Karena tujuan mereka adalah makan bukan mencari wifi gratis dan duduk berlama-lama. Jadi, konsep desain tempat makan bergantung dari si empunya bisnis itu sendiri.

Untuk hal satu ini, juga dilihat dari target awal Anda dalam membuka usaha kuliner. Apakah Anda membuka bisnis kuliner ini menjangkau semua kalangan? Atau hanya orang-orang tertentu saja yang akan masuk ke tempat makan Anda?

Ya, apa itu pun, sebenarnya setiap tempat makan punya ciri khas masing-masing alias menu favorit atau menu andalan. Misalnya, rumah makan Padang Restu Bundo menyediakan sup tunjang pada hari Rabu, maka penikmat sup bisa mendapatkan menu andalan tersebut pada hari Rabu.

Contoh di atas merupakan strategi bisnis usaha kuliner yang baik. Karena menu andalan mereka hanya tersedia di hari tertentu. Ada juga tempat makan yang menyediakan menu favorit setiap hari. Balik lagi, semua bergantung bagaimana pebisnis kuliner itu sendiri.

Promosi Usaha Kuliner

Promosi usaha kuliner menjadi penting, apa lagi usaha Anda baru merintis atau baru memulai usaha di bidang kuliner ini. Promosi usaha kuliner bisa dilakukan dengan banyak cara seperti memasang iklan di media cetak atau media daring.

Di era digital ini kamu bisa melakukan promosi usaha kulinermu dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram, atau mengundang food vlogger, dan bisa juga dengan membangun website kuliner dan memasang iklan di Google Ads, Facebook Ads, dan sebagainya.

Promosi itu penting demi keberlangsungan usaha kuliner Anda ke depannya. Mungkin Anda pernah mendengar istilah “cari uang dengan uang”. Istilah itu jika dikaitkan dengan dunia bisnis sangat relevan. Karena Anda butuh menjangkau orang-orang yang tepat untuk memajukan bisnis kuliner Anda.

Berdoa dan Bersedekah

Usaha sudah sekeras mungkin, tetapi tanpa doa apa lah artinya. Cara-cara di atas hanyalah jalan dari usaha atau bisnis yang sedang dirintis. Berdoa menjadi penting, karena hanya kepada Yang Maha Kuasa hendaknya kita meminta pertolongan dan dilancarkan rezeki, diberi kemudahan dalam membangun usaha apa pun.

Terakhir, jangan lupa bersedekah. Jangan tunggu kaya baru sedekah. Sedekah dulu baru kaya. Sepakat?

Itu tadi enam cara mengembangkan usaha kuliner. Semoga bermanfaat.