Tips Menjaga Kesehatan Jantung untuk Lansia

Tips Menjaga Kesehatan Jantung untuk Lansia

kawula.id – Kondisi penuaan di masa lansia menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh termasuk jantung. Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan jantung bagi lansia?

Penyakit jantung hingga kini adalah salah satu penyebab kematian tersering di dunia. Di Amerika, satu dari empat orang meninggal akibat penyakit jantung. Demikian pula di Indonesia di mana jumlah penderita penyakit jantung – seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung iskemik, serangan jantung, penyumbatan pembuluh darah – terus meningkat.

American Heart Association mengeluarkan beberapa rekomendasi yang telah terbukti dapat menjaga kesehatan jantung Anda, termasuk pada kaum lansia.

Ketahui risiko kesehatan 

Loading...

Dilansir Klik Dokter, saat menginjak usia 40-75 tahun, Anda harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin minimal setahun sekali. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui adakah faktor risiko penyakit jantung dalam diri Anda. Dokter akan menilai tingkat risiko tersebut dan menginformasikan langkah spesifik penanganannya.

2. Tetap aktif 

Aktivitas fisik setiap hari dapat meningkatkan kualitas kesehatan Anda secara umum dan menurunkan risiko penyakit jantung. Tak hanya penyakit jantung, stroke dan penyakit gula juga dapat dicegah dengan rutin melakukan aktivitas fisik.

Khusus kaum lansia, aktivitas fisik tidak perlu yang sifatnya berat dan mahal. Dengan melakukan jalan kaki setiap hari selama setidaknya 30 menit sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap aktif.

Kendalikan kolesterol

Kolesterol adalah komponen utama dalam sumbatan pembuluh darah. Dengan mengendalikan kadar kolesterol, Anda mencegah terjadi penumpukan lemak di pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Langkah awal untuk mengendalikan kolesterol adalah mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, makanan bersantan, makanan mengandung mentega atau butter. Sebaliknya, perbanyak konsumsi ikan yang tinggi omega-3 dan omega-6 serta buah dan sayuran yang tinggi serat.

Jaga tekanan darah 

Tekanan darah tinggi atau disebut hipertensi dapat menyebabkan gangguan organ tubuh seperti jantung, ginjal, mata, dan pembuluh darah kecil lainnya. Tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi, seperti pembengkakan jantung, gagal ginjal, stroke, dan serangan jantung.

Karena itu, usahakan agar selalu memeriksakan tekanan darah Anda setidaknya satu bulan sekali. Selain itu, jaga tekanan darah dengan menghindari konsumsi makanan yang tinggi garam dan makanan siap saji.

Bila Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi, ikuti anjuran dokter untuk penanganannya. Jangan mengubah atau mengganti obat darah tinggi tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Miliki berat badan ideal 

Berat badan ideal seseorang ditentukan dari indeks massa tubuh (IMT). Para pakar merekomendasikan nilai IMT yang aman adalah di bawah 25.

Bila IMT Anda berada di atas nilai tersebut, Anda dapat mulai melakukan langkah-langkah untuk menurunkan berat badan seperti menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik. Penurunan 2-5 kilogram saja sudah sangat mengurangi risiko penyakit jantung.

Kontrol gula darah 

Gula darah sangat erat kaitannya dengan kondisi pembuluh darah dan jantung. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan berakhir dengan penyakit jantung. Karena itu, saat pemeriksaan kesehatan rutin, Anda harus selalu memeriksa gula darah Anda. Selain itu, hindari konsumsi makanan yang terlalu manis, roti, dan kue yang mengandung gula simpleks (sederhana) yang tinggi.

Setop merokok

Berhenti merokok bisa menjadi satu langkah awal yang secara signifikan dapat mengurangi risiko berbagai penyakit dalam tubuh Anda, termasuk penyakit jantung. Perokok aktif maupun pasif sama-sama berisiko untuk kehilangan kesehatan jantung mereka. Karena itu, sedapat mungkin hindari paparan tubuh terhadap asap rokok.

Memiliki jantung yang sehat di usia tua bukanlah impian belaka. Karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan jantung mulai sekarang. Jangan tunggu sampai Anda memasuki fase lansia. Lakukan langkah-langkah di atas secara rutin dan konsisten agar jantung tetap terpelihara di masa tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *