Tanggapi Pernyataan Sri Mulyani, Nasabah Jiwasraya Mengaku Tersakiti

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (Foto: Net)

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait pembayaran polis jatuh tempo membuat nasabah korban gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku tersakiti. Dilansir dari CNNIndonesia, Sri Mulyani sebelumnya menegaskan tak mau asal-asalan dalam menggelontorkan dana untuk mengatasi persoalan Jiwasraya. 
Sri mengaku tidak ingin masyarakat beranggapan apabila negara dengan mudah mengatasi permasalahan perusahaan pelat merah dengan menggunakan APBN.

"Kalau tidak, nanti orang akan gampang, oh ini miliknya pemerintah, lalu dirusak-rusak saja. Nanti kemudian kalian akan bilang oh kepercayaan kepada pemerintah rusak maka menteri keuangan akan bail in memberikan dana," ucapnya, Jumat (7/2/2020) lalu.

Ia pun menyebut akan menunggu proses hukum berjalan. Menanggapi pernyataan Sri, salah satu nasabah Jiwasraya, Machril menegaskan bahwa nasabah Jiwasraya tidak memiliki keterkaitan dengan kasus hukum.

"Satu orang pun tidak terlibat dengan kejadian tersebut. Jadi jangan dikaitkan, itu yang menyakitkan, itu yang kami tegaskan. Terus terang penjelasan Bu Sri Mulyani itu kami tidak suka," ucapnya, Rabu (12/2/2020).

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Tiga di antaranya adalah manajemen terdahulu Jiwasraya, sementara tiga lainnya berasal dari pihak swasta.

Sementara itu, menurut nasabah lainnya, Tomy Yusman dirinya tidak setuju dengan rencana Kementerian BUMN memprioritaskan nasabah polis tradisional dan pemegang dana pensiun. Ia menilai, perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia tersebut justru mampu bangkit dari keterpurukan masa lalu sebab ditopang penjualan produk JS Saving Plan.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar