Setelah Makan Cabai Terpedas di Dunia, Pria Ini Kehilangan Rp 3,3 Juta

Setelah Makan Cabai Terpedas di Dunia, Pria Ini Kehilangan Rp 3,3 Juta
Loading...

Sambal disajikan sebagai menu pendamping makanan. Bahkan tak cuma sebagai menu pendamping, para penikmat makanan pedas tak segan-segan menantang diri sendiri untuk mengonsumsi cabai sebanyak mungkin

Kendati demikian, ada baiknya kamu berjaga-jaga saat mengonsumsi makanan pedas. Bisa-bisa kamu bernasib sama dengan pria asal Thailand ini.

Melansir suara.com dari halaman World of Buzz, pria asal Thailand ini ingin mencoba rasa cabai terpedas di dunia.

Sebagai informasi untuk kamu yang belum tahu, gelar cabai terpedas di dunia disandang oleh cabai Carolina Reaper. Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 1,5 hingga 2,2 juta SHU (Scoville Heat Unit).

Sementara, cabai rawit yang biasa kita makan di Indonesia hanya bernilai 30.000 sampai 50.000 SHU saja.

Saat itu, pria asal Thailand ini dikabarkan menyantap hidangan nasi dan daging yang diberi campuran Carolina Reaper.

Namun, segera setelah dia menelan semua cabai yang ada dalam satu gigitan, tubuh pria ini mulai mengalami reaksi ekstrem.

Dikabarkan, pria ini merasa perutnya begitu sakit dan panas sampai-sampai dia harus dibawa ke rumah sakit.

Sepanjang perjalanan ke rumah sakit pun, pria ini terus menunjukkan gelagat ingin muntah namun tidak ada yang keluar. Selain itu, dia juga berkeringat parah dan tidak bisa berjalan.

Di sisi lain, pihak rumah sakit juga hanya bisa memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit di perutnya. Total, butuh waktu satu jam sampai pria ini merasakan sakitnya mereda.

Akibat insiden menjajal cabai Carolina Reaper ini, sang pria pun terpaksa harus mengeluarkan uang tambahan 7.300 baht atau 3,3 juta rupiah demi perawatan rumah sakit.

Tak lupa, pria ini pun menambahkan bahwa siapa pun yang hendak mencoba cabai terpedas di dunia harus memastikan mereka sanggup memakannya sebelum mencoba.

Baca juga:

Sumber: suara.com / editor: tim

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *