Sehat, WNI yang Dikarantina di Natuna Olahraga dan Makan Bersama dengan TNI

WNI yang dikarantina di Natuna saat mengikuti senam pagi. (Foto: Net).

Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani masa observasi di Natuna sejauh ini dalam keadaan sehat. Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Adapun observasi selama 14 hari ini dilakukan untuk mengantisipasi keberadaan virus novel corona. Terawan mengatakan itu dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senin (3/1/2020).

Diterangkannya, seluruh WNI ini berbaur dengan TNI dan juga aparat militer lainnya untuk berolahraga dan makan bersama.

"Pagi ini saya menerima WA (WhatsApp) dan video dari sana. Saya melihat mereka (aparat militer dan WNI dari Provinsi Hubei) berolahraga bersama makan bersama, situasinya terlihat menyenangkan," ucapnya, dikutip dari CNNIndonesia.

"Jadi, inilah sipil-militer collaboration," terangnya.

Mantan dokter militer itu menerangkan, sudah ada sejumlah pemuda dari Natuna yang ingin memberikan bantuan terkait pelaksanaan observasi tersebut. Ia menyampaikan itu menanggapi sejumlah penolakan dari warga lokal Natuna yang sempat beberapa kali berdemo jelang kehadiran 238 WNI.

"Sementara saya menjawabnya, mohon sementara dibantu doa saja. Saya lebih baik fair apa adanya," tuturnya.

Harapannya, proses 238 WNI yang menjalani masa observasi selama 14 hari ini dapat berjalan dengan baik sehingga para WNI yang baru datang dari Provinsi Hubei tersebut bisa kembali beraktivitas bersama keluarganya. Dalam kesempatan yang sama, ia menerangkan bahwa ada tujuh WNI yang batal dibawa pulang oleh Pemerintah Indonesia ketika evakuasi beberapa hari lalu.

"Mau sakit apa pun tidak boleh diberangkatkan. Mau ibaratnya sakit mata itu tidak boleh karena itu ketentuan dari WHO," bebernya.

Ia menyampaikan, untuk empat orang WNI lainnya batal terbang lantaran merasa lebih nyaman berada di Provinsi Hubei, Wuhan. Bahkan, imbuhnya, keempatnya diharuskan mengisi surat pernyataan untuk tetap berada di China.

"Empat orang mengundurkan diri karena merasa nyaman di Wuhan, Hubei, dan mereka menyampaikan surat pernyataan," paparnya.

Diketahui, DPR memanggil Kementerian Kesehatan guna membahas upaya pencegahan dan penanganan virus corona di Indonesia. Di samping itu, rapat tersebut juga membahas soal program sosialisasi Kemenkes kepada masyarakat untuk mencegah virus corona.

"Kami ingin mendengarkan dari Kemenkes terkait upaya proaktif dan masif dalam rangka pencegahan penularan melalui penguatan deteksi di pintu masuk negara, pelabuhan, airport, dan perbatasan antar-negara dan koordinasinya dengan kementerian atau lembaga terkait," ucap Wakil Ketua Komisi IX Fraksi Golkar Melki Laka Lena ketika membuka rapat.

Ia mengatakan, pihaknya juga bakal meminta penjelasan dari pemerintah terkait dengan kesiapan fasilitas rumah sakit dalam menangani pasien yang diduga terjangkit virus corona.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar