Sains dan Islam: Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba?

Sains dan Islam: Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba?

kawula.id – Teknologi erat kaitannya dengan Islam. Prof Quraish Shihab menyanggah jika ada yang menduga Islam tidak mendukung ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bahkan, ayat pertama yang diturunkan oleh Allah adalah Iqra yang berarti “bacalah!”. Ini menandakan bahwa betapa Al-Quran mendorong kita untuk mencari ilmu pengetahuan.

Mengenai teori Darwin, yang menyatakan bahwa manusia purba sebagai makhluk pertama yang ada di muka bumi ini. Padahal, dalam Islam disebut bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah.

Prof Quraish Shihab pun dalam sebuah video di akun Youtube Najwa Shihab, dikutip Jumat (26/7/2019) menjawabnya dengan menjelaskan asal mula penciptaan manusia dalam Al-Quran. Bagaimana penjelasan Prof Quraish Shihab selengkapnya?

Dia menjelaskan, Al-Quran tidak hanya menjelaskan tentang kejadian manusia, tapi juga menceritakan makhluk lain sebelum terciptanya Nabi Adam As. Namun demikian, tidak ada penjelasan detil tentang makhluk apa yang ada sebelum Adam.

“Boleh jadi makhluk lain itu manusia purba,” kata Prof Quraish.

Prof Quraish menuturkan, Al-Quran menceritakan bahwa penciptaan Nabi Adam melalui beberapa tahap; diciptakan dari tanah, ada proses, dan dihembuskan ruh ke dalamnya hingga ia menjadi manusia. Namun Al-Quran hanya menjelaskan tentang manusia yang diciptakan dari tanah dan ditiupkan ruh, tidak menceritakan tentang proses yang terjadi di tengah-tengahnya.

“Kalau bisa saya beri gambaran begini, kita punya alfabet A hingga Z. Saya sebut mulanya A, akhirannya Z. Ada ndak antara A dan Z? Banyak. Al-Quran hanya menceritakan A dari tanah dan menceritakan Z dihembuskan ruh,” jelas penulis kitab Tafsir Al-Misbah ini.

“Jadi, boleh jadi ada proses di sini (antara diciptakan dari tanah dan dihembuskan ruh). Al-Quran tidak menjelaskan ini,” tambahnya.

Bagi Prof Quraish, proses antara ‘diciptakan dari tanah’ dan ‘diembuskan ruh’ adalah bagian dari ilmu, dan Islam tidak membahas tentang hal itu. Kalau seandainya ada yang menganggap benar Teori Darwin ‘manusia berasal dari kera’, maka Prof Quraish berharap hal itu tidak disangkut pautkan dengan Islam. Mengapa? Karena hal itu adalah bidang ilmu dan Al-Quran memang tidak menceritakannya.

“Itu bidang ilmu. Kalau ilmu bisa membuktikannya, maka dia tidak bertentangan dengan Al-Quran karena Al-Quran hanya berkata ‘dari tanah’ dan akhirnya ditiupkan ruh,” katanya.

“Jadi tolak lah dia atas nama ilmu atau terima atas nama ilmu. Jangan libatkan Islam Al-Quran di sini,” tegasnya.

Ia menambahkan, ada banyak ulama Islam yang percaya dan membenarkan bahwa ada proses dari kejadian manusia. Salah satunya Ibnu Khaldun. Menurut Prof Quraish, Ibnu Khaldun berpandangan bahwa ada proses dari kejadian manusia hingga mencapai ‘alamul qiradah (alam kera).

“Tapi dia tidak atas namakan Al-Quran. Dia atas namakan penelitian,” ucapnya.

“Kita tidak wajar menolak Teori Darwin atas nama Al-Quran, tapi silakan tolak atas nama ilmu pengetahuan. Jangan juga menerimanya atas nama Al-Quran, silahkan terima atas dasar ilmu pengetahuan,” tutupnya. 

Sumber: Muslim Obsession

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *