Saham IPTV Melesat, Benarkah Hary Tanoe Mau Akuisisi LINK?

sumber : m.medcom.id
Loading...

PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) dikabarkan akan berkonsilidasi dengan PT First Media Tbk (KBLV) yang teraviliasi dengan PT Link Net Tbk milik Grup Lippo. Atas kabar tersebut, harga saham perusahaan milik Grup MNC tersebut terpantau melesat pada perdagangan, Senin pagi 2 Desember 2019.

Seperti disitat dalam laman CNBC Indonesia (2/12), dalam 3 bulan terakhir saham IPTV mencapai 37 persen meski dalam sepekan terakhir perdagangan hanya naik 4 persen dengan kapotalisasi pasar Rp18,32 triliun.

Dalam surat klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesi (BEI), Sekretaris Perusahaan IPTV Anthony C Kartawiria menyebutkan bahwa aksi korporasi perusahaan adalah mengacu pada hasil uji tuntas atau due diligence dengan calon mitranya (tidak disebutkan spesifik) dan kedua belah pihak mencapai persyaratan komersial yang disepakati bersama.

"Tidak ada informasi atau fakta penning lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perusahaan serta kelangsungan hidup perusahaan yang belum diungkapkan kepada publik," kata Anthony seperti dikutip dalam CNBC Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (4/10/2019), emiten penyedia siaran televisi berlangganan tersebut membeberkan tengah dalam proses due diligence untuk mengakuisisi saham kompetitornya.

Emiten milik taipan Hary Tanoesoedibjo ini tidak menyebutkan nama perusahaan, hanya menegaskan perusahaan berencana membeli saham kompetitornya, salah satu perusahaan IPTV (internet protocol television) atau broadband di Indonesia.

First Media atau KBLV menjadi salah satu kandidat karena juga mengoperasikan layanan televisi berbayar melalui afiliasi dengan LINK. Saham KBLV stagnan di level Rp 320/saham, sementara saham LINK naik 0,24% di level Rp 4.190/saham.

Hingga semester I-2019, KBLV masih menorehkan rapor merah dengan membukukan total rugi bersih mencapai Rp 81,77 miliar dari sebelumnya mencatatkan rugi hingga Rp 1,65 triliun pada semester I-2018.

Kerugian yang dicatatkan perusahaan salah satunya disebabkan anjloknya total pemasukan yang diperoleh pada paruh pertama tahun ini. Hingga akhir Juni 2019, pendapatan KBLV anjlok 80,02% secara tahunan menjadi Rp 89,81 miliar dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 449,59 miliar.(Mal)
 



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar