Putu Ayu Kartika Utami, Merintis Usaha di Usia Muda

Putu Ayu Kartika Utami, Merintis Usaha di Usia Muda

kawula.id – Putu Ayu Kartika Utami merupakan pemilik dari usaha Tenun Kita Indonesia. Perempuan yang akrab disapa Tika ini lahir pada 7 Agustus 1994. Memiliki perjalanan hidup yang berpindah-pindah membuatnya menaruh minat kepada kultur dan budaya setiap daerah yang dikunjunginya.

Bermodalkan pengetahuan tentang seni dan budaya yang beragam, Tika telah menggandrungi kesenian dan kebudayaan sejak dari kecil. Ia mulai merintis usahanya yang berhubungan dengan kain ini pada Februari 2018. Ia melihat ada semacam keindahan dan karakter pada setiap kain yang diolah oleh warga lokal yang ada di masing-masing kota. 

Menurutnya, kain tenun merupakan bagian dari perjalanan suatu budaya.  Pada kain tenun, kita dapat melihat banyak proses dan campur tangan manusia di dalamnya. Dari sana, Tika melakukan inovasi-inovasi terhadap desain baju tanpa menghilangkan unsur budayanya agar memiliki nilai lebih dan dapat bersaing di dunia fashion modern. 

Dijelaskan oleh Tika, Tenun Kita bekerja sama dengan para penenun di masing-masing daerah untuk menghasilkan bahan kain yang orisinil, kemudian baju itulah yang didesain sendiri oleh Tika.  

Loading...

Untuk pemasarannya sendiri, Tenun Kita Indonesia telah terjual hingga ke kancah internasional. Tika mengakui bahwa kain tenun belum kehilangan pasarnya, hal ini terbukti dari pemesanan melalui media sosial cukup ramai. “Kemarin itu ada yang pesan dari kedutaan RI di Paris. Kami juga memasarkannya melalui media sosial, jadi cukup tersebar di beberapa kota juga,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Tenun Kita Indonesia sudah berkolaborasi dengan Insert Trans TV, Ateam Management, Abang None Jakarta Barat, Binus Career Amasador, LSPR Jakarta, ISI Yogyakarta, dan beberapa pelaku di industri kreatif lainnya.

Ditanyai seputar langkahnya ke depan, Tika mengaku sedang membuat butik khusus tenun yang diproduksinya di Pekanbaru. Selain itu, ia juga berharap suatu hari nanti akan membuat pameran fashion show untuk memeragakan kain-kain tenunnya. 

Kesenian Dapat Mengasah Bakat dan Kreatifitas

Selain berhibuk dalam dunia fashion, siapa sangka bahwa Tika juga memiliki banyak prestasi di bidang kesenian lainnya. Pada 2011 Tika pernah menyabet juara 1 Tari Rapa’i se-Jabodetabek. Pada tahun yang sama, ia juga meraih juara 3 Tari Saman dan Best Performance 11th Yesilkoy Folk Dance Festival. 

Kegemarannya terhadap seni dan budaya sedari kecil yang mengasah bakat dan menajamkan kreatifitasnya hingga kini. 

“Berkesenian itu dapat mengasah bakat dan kreatifitas kita, terutama jika kita fokus dan percaya kepada proses,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *