Perawat Ini Tega Menukar Obat Pasien Kanker dengan Air Keran


Loading...

kawula.id - Perbuatan seorang perawat di AS ini benar-benar mengerikan. Ia tega menukar obat kanker dengan air keran. Akibatnya enam pasien kanker terkontaminasi bakteri langka.

Dilaporkan detikhealth dari Dailymail, enam pasien kanker di New York bernasib nahas setelah terbukti terinfeksi bakteri langka akibat ulah seorang perawat. 

Adalah Kelsey A Mulvey (27), orang yang sangat tega menukar opioid atau obat yang disuntikkan bagi penderita kanker dengan air keran yang terkontaminasi.

Kelsey telah didakwa pada bulan Juni lalu karena penipuan dan perusakan vial-vial obat tersebut pada tahun 2018. Ia diduga membuka jarum suntik yang disegel untuk mengisinya kembali dengan air keran.

Akibat perbuatannya ini, tiga dari enam pasien kanker tertular Sphingomonas paucimobilis, yakni bakteri yang biasanya ada di dalam tanah atau air kotor. 

Kasus ini bermula saat tim dokter mencurigai bahwa vial-vial itu terkontaminasi dan kemudian menganalisis obat-obat itu.

“Empat dari tujuh jarum suntik hydromorphone yang telah disimpan dalam sistem pengeluaran obat Pyxis menumbuhkan S. paucimobilis dan bakteri lain yang ditularkan melalui air,” tulis pada laporan dalam New England Journal of Medicine.

Istimewa

Dengan melakukan analisis secara kimiawi isi vial-vial itu, para dokter akhirnya menemukan bahwa obat itu telah diencerkan dan kemudian terurai. 

Selain itu, dalam investigasi yang dilakukan, diketahui jarum suntik seharusnya disimpan dalam laci yang hanya bisa dibuka saat pasien membutuhkan infus. Namun para dokter dan staf rumah sakit menemukan seseorang telah memasukkan data pasien, membuka laci, kemudian membatalkan transaksi.

Atas perbuatan ini, Kelsey dilaporkan kepada pihak berwajib. Ia juga dituduh gagal memberikan obat kepada 81 pasien. 

Dalam kasus ini, enam pasien kanker dinyatakan sembuh dari infeksi bakteri langka dengan antibiotik, namun tiga di antaranya meninggal karena faktor yang tidak terikat dengan infeksi.

Tersangka pun mengundurkan diri pada bulan Juli 2018 lalu dan menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 3,5 miliar. 



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar