Paulo Josue Sebut Mimpi Malaysia ke Piala Dunia 2030 Masih Menyala

Paulo Josue Sebut Mimpi Malaysia ke Piala Dunia 2030 Masih Menyala
Penyerang timnas Malaysia, Paulo Josue, menegaskan ambisi timnya untuk lolos ke Piala Dunia 2030 tetap menyala.

KAWULA.ID — Penyerang timnas Malaysia, Paulo Josue, menegaskan ambisi Harimau Malaya untuk lolos ke Piala Dunia 2030 tetap hidup meski langkah mereka terhenti di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kegagalan di Grup D disebutnya bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk membangun skuad yang lebih siap pada siklus berikutnya.

Malaysia menutup babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 di peringkat ketiga Grup D dengan koleksi 10 poin. Kirgistan yang finis sebagai runner-up mengumpulkan 11 poin dan lolos bersama juara grup, Oman, yang mengemas 13 poin. Selisih satu poin itulah yang membuat Harimau Malaya harus mengubur asa tampil di putaran final Piala Dunia 2026.

Kalah Tipis dari Kirgistan Jadi Titik Penentu

Paulo Josue menyoroti kekalahan tipis dari Kirgistan sebagai momen yang paling membekas. Kekalahan itu membuat Malaysia kehilangan tiket yang sudah berada dalam jangkauan, meski secara keseluruhan ia menilai perjalanan timnya berjalan baik.

"Kami menjalani rangkaian pertandingan yang sangat baik. Kami hanya terpaut satu poin untuk bisa lolos. Menurut saya, dua pertandingan melawan Oman tidak berjalan sesuai rencana," ujar Josue dikutip dari BHarian.

Dua laga melawan Oman memang menjadi catatan tersendiri. Malaysia tidak mampu mendulang poin maksimal di pertemuan tersebut, sementara hasil lain di grup berjalan menguntungkan Kirgistan. Kini selisih tipis itu menjadi bahan evaluasi utama di kubu Harimau Malaya.

Empat Poin dari Kirgistan Jadi Modal Percaya Diri

Di sisi lain, Josue menilai hasil melawan Kirgistan sebagai bukti bahwa Malaysia mampu bersaing di level tertinggi kualifikasi. Empat poin dari dua pertemuan dengan tim yang akhirnya lolos disebutnya sebagai pencapaian yang layak dipertahankan.

"Kami berhasil meraih empat poin saat menghadapi Kirgistan, yang merupakan pencapaian luar biasa. Saya rasa bukan hal yang mustahil bagi kami untuk mengulangi performa tersebut dan berupaya lolos ke tahap berikutnya dalam kualifikasi Piala Dunia," ucap Josue menambahkan.

Piala Asia Jadi Target yang Tak Kalah Penting

Selain Piala Dunia 2030, Josue mengingatkan bahwa Malaysia juga harus menjaga fokus pada upaya lolos ke Piala Asia. Menurutnya, persaingan di Asia semakin ketat karena hampir semua tim kini tampil dengan kualitas merata.

"Melihat peta persaingan saat ini, semua tim di Asia sangat kuat, jadi mengamankan tempat di Piala Asia tentu bukan perkara mudah. Namun, jika kita bisa mempertahankan komposisi skuad ini dan tidak ada pemain yang mengalami cedera, saya yakin kita punya peluang besar untuk lolos ke Piala Asia berikutnya," tutur Josue.

Kunci Malaysia: Jaga Komposisi, Hindari Badai Cedera

Josue menempatkan stabilitas skuad sebagai faktor penentu. Selama inti tim bisa dipertahankan dan terhindar dari cedera panjang, ia optimistis Malaysia punya peluang besar untuk bersaing di dua ajang sekaligus, yaitu kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia mendatang.

Bagi Malaysia, sisa waktu menuju siklus kualifikasi berikutnya menjadi kesempatan untuk membenahi kedalaman skuad. Pengalaman gagal dengan selisih satu poin di Grup D menjadi pelajaran berharga yang harus diterjemahkan menjadi hasil lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index