Pascagempa 7,1 SR di Maluku Utara, Terjadi 79 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Tetap Waspada

Ilustrasi. (Foto: Net)
Loading...

Hingga pukul 09.00 WITA, Jumat (15/11/2019), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 79 kali gempa susulan di Jailolo, Provinsi Maluku Utara. Hal itu setelah sebelumnya gempa utama dengan magnitudo 7,1 Skala Richter (SR) melanda wilayah tersebut.

"Gempa magnitudo kecil, yaitu 3,1, sedangkan magnitudo terbesar, yaitu 6,1, lokasi gempa susulan terjadi di sekitar gempa utama," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun Kota Manado, Edward H Mengko dikutip dari Antara.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, akibat gempa tersebut, belum ditemukan kerusakan rumah dan infrastruktur maupun korban jiwa. Meski begitu, mereka tetap mengimbau masyarakat, utamanya yang tinggal di pesisir pantai, agar tetap waspada pascagempa.

"Kami tetap mengimbau kepada masyarakat Maluku Utara, terutama di pesisir pantai, untuk tetap waspada pascagempa dan jangan panik. Tetap tenang dan tidak terpancing dengan berbagai isu-isu yang disampaikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab," kata Sekretaris BPBD Maluku Utara, Ali Yau.

Saat gempa berlangsung, beberapa warga pesisir pantai Kelurahan Gambesi, Sasa, hingga Jambula, Kota Ternate tampak memilih lari ke hutan maupun tempat di dataran tinggi, seperti Kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate maupun Unkhair. Hal itu lantaran mereka khawatir akan terjadi tsunami di wilayah tersebut.

Adapun kini, aktivitas warga Ternate mulai kembali normal, baik di pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sekolah-sekolah juga tetap dilaksanakan dan anak-anak beraktivitas sebagaimana biasa.



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar