Miris! Akibat Sering Dibentak, Anak Ini Coba Bunuh Diri

Miris! Akibat Sering Dibentak, Anak Ini Coba Bunuh Diri
Loading...

Hal mengerikan terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, seorang bocah nekat terjun ke sungai.

Melansir Grid.ID, yang mengutip dari akun Instagram @makassar_info, bocah laki-laki berinisial J tersebut terjun dengan maksud mengakhiri hidupnya.

Akun Instagram @makassar_info membagikan video kejadian mengerikan tersebut pada Senin (20/5/2019) lalu.

Dalam video tersebut diketahui bocah ini terjun dari atas jembatan Kembar ke Sungai Jeneberang Gowa, Sulawesi Selatan, sore hari sebelum watu buka puasa.

Aksi nekat bocah ini disaksikan oleh banyak orang, bahkan sempat divideokan oleh masyarakat.

Loading...

Beruntung, bocah tersebut masih bisa diselamatkan oleh warga dan petugas kepolisian.

J diselamatkan oleh seorang pria yang turun ke sungai dan membawanya ke tepian dalam keadaan lemas.

Bocah ini kemudian dilarikan ke klinik untuk mendapat pertolongan.

Motif bocah ini melakukan percobaan bunuh diri ternyata karena terlalu sering dimarahi orangtuanya sejak ia masih kecil.

Marah pada anak memang tak mungkin tidak pernah kita rasakan sebagai orangtua.

Akan tetapi, perlu hati-hati ketika marah, sebab membentak dan menggunakan kata-kata yang dapat menyakiti hati si anak terbukti memberikan dampak buruk.

Dampak Buruk Membentak Anak

Melansir WebMD, marah hingga membentak anak bisa jadi bukan tindak mendisiplinkan, malah menjurus bullying.

Memarahi atau membentak anak masih banyak dianggap sebagai cara agar anak lebih menghormati orangtua, atau agar ia menyadari kesalahannya.

Namun nyatanya, dampak yang diberikan justru berbeda jauh.

Riset membuktikan jika membentak anak memberikan dampak yang sama negatifnya dengan memberi hukuman fisik.

Efek dari mendisiplinkan Si Kecil terlalu keras baik secara fisik maupun verbal ternyata serupa.

Anak yang terlalu banyak dibentak lebih tinggi risikonya mengalami masalah perilaku di masa depan.

Ternyata jika kita membentak anak, akan timbul respons pada otak Si Kecil seperti saat ia berada dalam keadaan terancam.

Akibatnya ia justru akan melawan atau kabur dari permasalahan, dan semakin sering terjadi ini bisa menimbulkan masalah.

Membentak dan memarahi anak dengan kata-kata tajam dapat membuatnya merasa terasing, tidak berharga, dan jauh dari orangtua.

Jika terus berulang, maka Si Kecil akan tumbuh menyimpan perasaan itu, dan dapat mengganggu perkembangan emosionalnya.

Bisa juga justru menjauhkan orang tua dari anak, bahkan menimbulkan gangguan kesehatan mental pada anak.

Oleh karena itu, sebaiknya kita berusaha meminimalisasi bentakan atau luapan emosi berlebihan pada Si Kecil.

Usahakan bicara baik-baik, dengan tenang membahas masalah, alih-alih membentak anak.

Baca juga:

Sumber: nakita.id

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *