Leonardo Dicaprio Bantah Tudingan Presiden Brasil soal Donor WWF dan Kebakaran Hutan Amazon

Kolase DiCaprio dan kebakaran hutan Amazon. (Foto: NASA/Goddard/Rebecca Roth/Adobe)
Loading...

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menuding bahwa di balik kebakaran hutan Amazon, ada campur tangan dari pihak World Wide Fund (WWF). Tak cukup sampai di situ, Bolsonaro pun menuding Leonardo DiCaprio sebagai salah satu donor dari organisasi lingkungan tersebut. Tudingan itu pun langsung dimentalkan oleh DiCaprio.

"Rakyat Brasil bekerja untuk menyelamatkan warisan alam dan budaya mereka. Meski layak mendapat dukungan, kami tidak mendanai organisasi yang ditargetkan," ucapnya dikutip ABC, Minggu (30/11/2019).

Bolsonaro sendiri sebelumnya menuding WWF dengan sengaja membayar pada relawan pemadam kebakaran untuk mendapatkan foto hutan Amazon yang terbakar.

"Lalu apa yang dilakukan para relawan? Apa hal yang paling mudah? Membakar hutan itu lalu mengambil foto dan videonya," katanya.

Tanpa menunjukkan bukti, Bolsonaro lalu menuding DiCaprio ikut memberikan dana pada WWF.

"WWF berkampanye melawan Brasil, lalu mengontak DiCaprio yang mendonasikan 500 ribu dolar," sambungnya.

"Sebagian uang itu masuk pada orang-orang yang membakar hutan. Leonardo DiCaprio, Anda berkontribusi pada kebakaran hutan di Amazon. Ini tidak diperbolehkan," kata dia lagi.

Adapun DiCaprio memang dikenal sebagai salah satu aktivis yang memerangi kerusakan alam. Aktor kawakan ini diketahui kerap berbicara soal masalah lingkungan, termasuk kebakaran hutan di Amazon. Di sisi lain, Earth Alliance, organisasi lingkungan DiCaprio, juga sudah menjanjikan US$5 juta untuk membantu melindungi Hutan Amazon usai gelombang kebakaran menghancurkan sebagian besar hutan tersebut pada Juli dan Agustus.

Namun, WWF sendiri membantah menerima dana dari DiCaprio. Di sisi lain, ucapan Bolsonaro itu muncul usai empat sukarelawan pemadam kebakaran ditangkap pada Selasa (12/11). Polisi Brazil menangkap mereka dengan tuduhan atas sengaja membakar hutan untuk mendokumentasikannya demi mengumpulkan lebih banyak sumbangan dari simpatisan. Penggerebekan polisi itu terjadi di markas besar dua kelompok nirlaba di negara bagian Para, Amazon, pada awal pekan ini.

Meski begitu, para sukarelawan pemadam kebakaran membantah melakukan pembakaran hingga akhirnya mereka dibebaskan dari tahanan. Menurut Jaksa federal, penyelidikan mereka menunjuk pada perusak lahan sebagai tersangka utama kebakaran, bukan pada organisasi nirlaba ataupun pemadam kebakaran. Hal itu karena peternak sapi, petani, dan penebang liar memang sudah lama menggunakan api untuk membersihkan lahan di Hutan Amazon yang lebih memungkinkan sebagai penyebab kebakaran.(but)



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar