Kurangi Risiko Diabetes Tipe Dua dengan Mengonsumsi Empat Cangkir Kopi Sehari

Ilustrasi

Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan. Penikmat kopi, mugkin percaya bahwa kopi dapat meningkatkan energi. Selain itu kopi juga dapat disandingkan dengan makanan ringan (cemilan) dalam menemani aktivitas bersantai Anda.

Dari segelitir penikmat kopi, ada yang memercayai, jika meminum kopi terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan. Barangkali pendapat tersebut bisa dijadikan referensi secara pribadi. Namun, ada yang berpendapat bahwa semakin banyak mengonsumsi kopi justru lebih baik.

Berdasarkan penelitian terbaru, kopi mampu mengurangi risiko diabetes (kencing manis) tipe dua, tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung. Perlu diingat, ada aturan yang perlu diterapkan dalam mengonsumsi kopi alias tidak sembarangan.

Mengutip Daily Mail, ilmuwan menemukan kopi tanpa kafein memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Peneliti di Universitas Navarre di Spanyol dan Catania di Italia menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan sindrom metabolik.

Metabolic Syndrom atau Mets merupakan kombinasi dari diabetes, tekanan darah tinggi dan obesitas yang mampu meningkatkan risiko masalah kardiovaskular, stroke, dan serangan jantung. Dan itu dapat memengaruhi satu dari empat orang dewasa di Inggris.

Berapa Banyak Sebaiknya Minum Kopi Setiap Hari?

Berdasarkan hasil studi, ada baiknya minum kopi tiga hingga empat cangkir setiap hari. Dengan begitu, Anda telah mengurangi 25 persen risiko lebih rendah terkena diabetes tipe dua dibandingkan dengan mereka yang minum kopi kurang dari dua cangkir dalam hitungan 24 jam.

Ribuan kasus yang baru didiagnosis dari delapan negara menunjukkan hubungan postif yang signifikan secara statistik antara diabetes tipe dua dan minum kopi. Setiap cangkir kopi tambahan, enam hingga delapan cangkir sehari dapat mengurangi 5-10 persen risiko lebih rendah.

Masih berdasarkan penelitian, polifenol yang dikemas dengan antioksidan yang terkandung dalam kopi dapat terlibat dalam mencegah sindrom metabolik khususnya asam fenolik dan flavonoid.

Estefania Toledo dari pusat biomedis Spanyol mengatakan, analisis tersebut menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi dengan diabetes tipe dua. Selain itu, mengonsumsi kopi jangka panjang dapat menurunkan risiko hipertensi.

Hasil penelitian yang melibatkan wanita Inggris juga menunjukkan flavanol dan asam hidroksisinamat merupakan polifenol yang terkandung di dalam teh dan kopi.

Sebaiknya Mimum Kopi Pakai Gula atau Tidak?

Nah, minum kopi sebaiknya tidak memakai tambahan gula. Kenapa? Berdasarkan rekomendasi, jika ingin menambahkan gula dalam kopi Anda,  sebaiknya Anda tidak lebih dua cangkir sehari mengonsumsi kopi.

Namun, jika Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal dalam menhindari risiko diabetes tipe dua, konsumsi kopi tanpa tambahan gula. Atau jika tidak suka lantaran kesan kopi yang pahit, Anda bisa menambahkan sedikit madu atau kayu manis. (zas)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar