Kisah Yuni, Sopir Taksi Online Antar Jenazah ke Pelosok Garut

Kisah Yuni, Sopir Taksi Online Antar Jenazah ke Pelosok Garut

Nama Yuni Anggraeni (36) menyedot perhatian publik. Bagaimana tidak, perempuan yang berprofesi sebagai sopir taksi online itu dengan kemuliaan hatinya mengantar jenazah menuju rumah duka di pelosok Garut, Rabu (1/5/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dikisahkan oleh Yuni, saat itu dirinya tengah ‘ngalong’ dan tiba-tiba gawainya bergetar, dia melihat sebuah pesan masuk dari aplikasi taksi online. Pria bernama Dandi berniat menggunakan jasanya.

“Waktu itu konsumen bilang ‘teh bisa antar jenazah gak?”, kata Yuni menirukan pesan yang diterimanya kala itu.

Sebagai seorang perempuan, Yuni sebenarnya juga memiliki rasa takut. Bahkan ia sempat bertanya kepada Dandi untuk memastikan apakah jenazah yang akan diantar itu adalah korban tabrakan seperti dalam bayangnannya.

“Tapi, Tapi ternyata itu ibunya Pak Dandi yang meninggal sekitar jam 3 karena sakit lever,” ujar Yuni.

Perasaan takut adalah kewajaran bagi semua orang. Kendati demikian, niat Yuni untuk menolong jadi penguat hatinya untuk berangkat menjemput jenazah di RSUD dr. Slamet didampingi suaminya, Gimin.

Sesampainya di rumah sakit,Yuny dan suami langsung mengevakuasi jenazah ke mobilnya. Posisi jenazah di bagian belakang mobil. Sesuai aplikasi jasa Yuny dihargai Rp 230 ribu. 

Akan tetapi, berdasarkan hasil kesepakatan, jasanya dibayar Rp 400 ribu. Mengantar jenazah menuju Banjarwangi yang biasa ditempuh 3-4 jam perjalanan dari pusat kota.

“Maksudnya bukan saya mencari untung minta uang lebih dari orang yang sedang berduka. Tapi memang kesepakatan driver yang ngalong (driver malam) seperti itu,” katanya sebagaimana dilansir Kawula ID dari detik.com

Di tengah perjalanan, Dandi sempat curhat ke Yuny terkait alasannya memilih taksi online ketimbang ambulans.

“Katanya dia tidak punya cukup uang karena sewa ambulans dimintai biaya antar Rp 900 ribu,” katanya.

Di perjalanan menuju Banjarwangi, Yuny menemui kendala, dia tak sanggup mengemudikan mobil saat melintas medan terjal jalan di Garut selatan. Mobilnya sempat tak bisa melintasi jalan menanjak.

“Saya bilang sama dia kalau saya enggak sanggup lagi nyopir, karena medannya berat. Akhirnya ada sopir tembak sambil didorong 10 orang baru sampai,” ungkap Yuni.

Setibanya di lokasi, Yuny dan jenazah disambut warga sekampung. Warga kemudian memboyong jenazah menuju rumah duka bersama-sama.

Sumber: Detik.com / Editor: Tim

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *