Kisah Bocah 10 Tahun Berdagang demi Bisa Membeli Konsol Video Game

Istimewa
Loading...

Sebagian orang tua di dunia ini, mungkin akan memberikan apa yang dikehendaki oleh anak-anak mereka. Terkadang, hal itu menjadi kepuasan bagi orang tua atau bukti dari kasih sayang orang tua terhadap anak.

Namun, hal itu tidak terjadi pada orangtua Luis Sahid Farah Frías, seorang bocah lelaki berusia 10 tahun yang telah mengejutkan semua orang dengan bakatnya dalam berbisnis.

Sahid tinggal di La Paz, Mexico City, Meksiko, duduk di kelas lima dan merupakan pemilik bisnis popcorn yang menjanjikan.

Kisah ini diceritakan oleh ibunya Zhoe Frías di Facebook. Unggahannya itu telah mencapai lebih dari 6.000 interaksi.

Usut punya usut, rupanya bocah itu meminta orangtuanya untuk membelikan Nintendo Switch, tetapi mereka menjelaskan bahwa barang itu cukup mahal, jadi Sahid harus menabung jika dia benar-benar ingin memilikinya.

“Kami memotivasi dia untuk menjual sesuatu untuk dikumpulkan melalui program sekolahnya; untuk menjual mainan lamanya (mahal dan tidak digunakan),” kata Zhoe Frías.

Di sekolah, Sahid mengikuti mata pelajaran tentang pendidikan keuangan. Dengan begitu, Sahid tergerak untuk memutuskan sekaligus mengabil kesempatan memulai bisnis popcorn-nya.

Keinginan Sahid untuk Nintendo Switch, serta niatnya menjual popcorn diamini oleh orangtuanya. Sahid diberi pinjaman modal untuk memulai bisnis popcorn-nya. Hebatnya, dalam penjualan pertama, Sahid dapat keuntungan yang luar biasa serta dapat mengembalikan uang orangtuannya.

Popcorn anak laki-laki ini memiliki citra sendiri karena dia meminta ibunya untuk membantu mendesain label untuk mempersonalisasikan merek dagangnya.

Dia menjual produknya pada hari Selasa dan Kamis di sekolah, sekaligus menjual dari rumah ke rumah di lingkungannya sendiri. Pelanggannya dapat memilih antara dua rasa: mentega dan garam atau mentega dengan cabai.

“Dia tahu bahwa dia harus bangun lebih awal daripada saudara laki-lakinya, dan mempersiapkan segalanya, mulai dari mengemas, memasukkan barang-barang ke dalam mobil, menurunkannya dan mempromosikan dagangannya. Sebab dia tahu, bisnisnya tidak mudah. Jadi sekarang dia melihat sesuatu di toko akan memberi tahu saya ‘oh betapa mahalnya ibu’. Saya tidak lagi mendengar ‘beli saja, harganya hanya',” tulis Zhoe di postingannya.

Orangtua ini sangat bangga dengan anaknya, meskipun Sahid telah mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan konsolnya, ia berencana untuk melanjutkan bisnisnya dan menabung untuk masa depannya.

“Saya merasakan banyak kebanggaan, kebahagiaan dan ketenangan sebagai seorang ibu, melihat bahwa dia telah mampu menyelesaikan tugasnya, bahwa dia telah konstan dan mampu berjuang untuk apa yang diinginkannya tanpa kehilangan kesenangan dan keselamatannya,” Zhoe menyimpulkan.

Anak ini sudah memesan konsolnya secara online dan tinggal menunggu kiriman datang untuk memulai kesenangan. Sekarang Sahid akan memiliki lebih banyak tanggung jawab daripada sebelumnya dan ia telah membuktikan menjadi anak yang bertanggung jawab, dan tahu bagaimana berbagi waktu antara studinya, pekerjaannya, dan kesenangannya. (zas)



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar