Ketika Buya Hamka Ditanya, “Kenapa Ada Wanita Nakal di Makkah?”

Ketika Buya Hamka Ditanya, “Kenapa Ada Wanita Nakal di Makkah?”

kawula.id – Buya Hamka dalam satu ceramahnya yang terekam luas pernah mengemukakan, ketika dirinya ditanya oleh seorang laki-laki yang terlihat begitu menggebu-gebu.

“Subhanallah Buya, sungguh saya tidak menyangka. Ternyata di Makkah itu ada wanita nakal, Buya. Kok bisa?,” ucapnya.

Dengan tenang dan tidak terbawa emosi, Buya Hamka justru menjawab, “Oh ya? Saya baru saja dari Los Angeles dan New York. Dan Masya Allah, ternyata di sana tidak ada wanita nakal.”

Nampak merasa aneh dan heran, laki-laki itu pun membantah Buya Hamka, “Ah mana mungkin Buya! Di Makkah saja ada kok. Pasti di Amerika jauh lebih banyak lagi.”

Dengan tenang Buya Hamka menjawab. “Kita memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari,” ucap Buya Hamka lagi sembari tersenyum teduh.

Jadi meskipun seseorang pergi ke Makkah yang notabene adalah Tanah Suci, namun kalau yang diburu dan dicarinya hanyalah yang buruk, maka setan dari golongan jin maupun manusia niscaya akan menuntunnya ke arah keburukan tersebut.

Minal-jinnati wan-naas. “.. yang (selalu) membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin maupun manusia.” (QS. An-Naas [114]: 5-6). Sementara jika seseorang mencari kebaikan, meskipun ke Los Angeles dan New York, maka segala kejelekan pun akan tersembunyi dan enggan untuk muncul.

Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim yang baik, hendaknya kita selalu mengedepankan prasangka yang baik, iktikad yang baik, dan harapan yang baik sehingga akan selalu dapat memperoleh kebaikan yang diridhai Tuhan.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah akan mempertemukan kita semua dengan hal yang baik, jika niat awal kita adalah mencari kebaikan. Allah pun akan menuntun kita berkumpul dengan orang yang baik, di tempat yang baik, serta kesempatan yang baik.

Dari kisah itu, maka perlu digarisbawahi ungkapan, “Kita hanya akan dipertemukan dengan apa yang kita cari”.

– Sumber: Jurnal Halal No. 136/ Halal MUI –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *