Kasus Suap Proyek di Kementerian PUPR, Cak Imin Dipanggil KPK

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. (Foto: via Fajar.co.id)
Loading...

Pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar diagendakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Muhaimin alias Cak Imin diketahui akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi menerima hadiah dalam proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) TA 2016. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA [Hong Arta]," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (19/11/2019).

Penyidik KPK pun diketahui akan menggali keterangan dari dua anggota DPRD Provinsi Lampung, yaitu Hidir Ibrahim dan Khaidir Bujung. Mereka pun akan diperiksa untuk tersangka yang sama. Adapun Komisaris PT Sharleen Raya, Hong Arta John Alfred ditetapkan KPK sebagai tersangka suap proyek di Kementerian PUPR karena diduga memberikan suap kepada sejumlah pihak terkait proyek-proyek PUPR, seperti kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar pada pertengahan 2015.

Tak hanya itu, ia pun diduga menyuap mantan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp1 miliar pada November 2015. Atas perbuatannya, Hong Arta dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Hong Arta merupakan tersangka ke-12 dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR. KPK sebelumnya sudah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus suap terkait proyek di kementerian yang kini dipimpin Basuki Hadimuljono itu, di antaranya Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir dan mantan anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwi.

Kemudian, Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng, mantan anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, Yudi Widiana, mantan Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary, serta Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan.



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar