Kabar Terbaru Farhan Syafero: Keluarga Menolak Otopsi, Ini Penjelasannya

Kabar Terbaru Farhan Syafero: Keluarga Menolak Otopsi, Ini Penjelasannya
Loading...

Keluarga Farhan Syafero (30), korban tewas dalam kerusuhan di area Gedung Bawaslu RI dan sekitarnya, menolak tawaran otopsi dari pihak RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Syafri Alamsyah (54), ayah Farhan, mengatakan, dirinya terpaksa menolak otopsi karena tidak ada pihak berwenang yang mendampingi.

“Awalnya saya kan minta surat kematian ke Cipto (RSCM, red). Tapi katanya harus diotopsi dulu supaya tahu penyebab kematian. Ya, saya menolak karena kepentingannya apa,” ujar Syafri kepada Warta Kota di rumah duka, Kampung Rawa Kalong, Jalan Pramuka RT 03/07, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Rabu (22/5/2019).

“Kecuali ada lembaga yang mendampingi saya, yang peduli terhadap nyawa manusia, baru saya bersedia. Apakah Polri, Komnas HAM. Ini enggak ada,” bilang Syafri.

Syafri pun meminta pihak berwenang dapat mengungkap penyebab kematian sang anak, sekaligus menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Jadi kalau ada yang mau mengungkap, saya bersedia membantu. Harapannya ya diungkap sampai sejelas-jelasnya siapa yang menyebabkan anak saya sampai seperti itu,” katanya.

Dikatakannya, pihak RSCM tidak secara tegas mengatakan Farhan tewas akibat tertembak.

Pihak RSCM, lanjut Syafri, hanya berkata bahwa anaknya meninggal dunia secara tidak wajar.

“Cipto sih enggak bilang karena kena peluru, cuma mati tidak wajar katanya. Tapi itu kelihatan kok bekas tembakan di bawah leher tembus ke belakang. Darahnya aja masih netes,” ungkapnya.

Farhan meninggalkan satu istri dan dua anaknya yang masih kecil. Menurut Syafri, anaknya bekerja serabutan di Jakarta, mulai dari sopir hingga penjual kitab-kitab agama.

“Ya, meskipun meninggalnya seperti ini saya lega, karena selama ini kan dia agamanya kuat dan aktif di pengajian,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Farhan disebut tewas saat menjaga rumah Imam Besar FPI, Muhammad Rizieq Shihab alias HRS, dalam aksi demonstrasi di sekitar Gedung Bawaslu RI, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Menurut M Syarif Al Idrus, sahabat Farhan, korban yang merupakan anggota Majelis Taklim Nurul Mustofa, tewas dengan luka tembak di dada dan tembus hingga belakang.

Namun, menurut Syarif, Farhan tidak ikut aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI yang berlangsung sejak Selasa (21/5/2019) siang.

“Kami termasuk almarhum enggak ikut aksi di Bawaslu, melainkan lagi berjaga di markas besar FPI di Petamburan. Kami menjaga rumah Habib Rizieq,” kata M Syarif Al Idrus, teman Farhan di rumah duka di Kampung Rawa Kalong RT 03/07 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Rabu (22/5/2019).

Syarif mengatakan, dia bersama korban dan rekan-rekannya berangkat Selasa (21/5/2019) tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB dari arah Bekasi Timur dengan rombongan sebanyak 20 orang.

Setelah tiba di Petamburan, kata Syarif, sekitar pukul 02.00 WIB terjadi gesekan antara massa dengan aparat.

“Massa dipukul mundur. Aparat masuk ke markas (FPI) dan terjadi baku hantam,” paparnya.

Dia mengaku tidak tahu peristiwa awal terjadinya gesekan. Yang dia dengar, kata Syarif adalah banyak suara tembakan saat kejadian.

“Banyak suara tembakan bahkan ada selongsong peluru berjatuhan. Ada sekitar 15 (selongsong),” ceritanya.

Saat kejadian, dirinya berpisah dengan Farhan. Syarif baru tahu Farhan menjadi korban setelah dia menghubungi ponselnya namun bukan Farhan yang menjawab.

“Saat saya telepon yang angkat dari pihak rumah sakit,” ungkapnya.

Kemudian dia pun bergegas menuju rumah sakit. Dari keterangan pihak medis disebut bahwa Farhan tewas karena tertembak peluru.

“Luka di sini (sambil menunjuk dada) dan tembus ke belakang,” katanya.

Setelah bisa menemui Farhan, Syarif pun langsung mengantar jasad sahabatnya itu ke rumah duka di Kampung Rawakalong, RT 3, RW 7 Grogol Limo, Depok.

“Pertama kali saya ketemu bang Farhan di Bandung mengantar ke rumahnya. Sekarang saya mengantar beliau dari rumah sakit ke rumahnya juga. Insyaallah beliau mati syahid,” katanya.

Menurut rencana, jenasah Farhan akan dimakamkan Rabu siang ini, tak jauh dari rumah duka.

Namun, keluarga masih menunggu kedatangan istrinya dari Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang merupakan domisili Farhan dan istri setelah menikah. 

Baca juga:

Sumber: Tribun Jakarta

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *