Makna Idul Adha dan Cara Berkurban

  • Whatsapp
Makna idul adha dan cara berkurban bagi umat islam

Tak lama lagi, Lebaran Idul Adha atau Hari Raya Kurban 2020 akan segera tiba. Umat muslim di seluruh dunia akan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah kurban tahun ini. Meski Hari Raya Idul Adha berlangsung di masa pandemi Covid-19, kemungkinan besar umat islam tetap bisa menunaikan ibadah Kurban seperti biasanya.

Supaya ibadah Kurban tahun 2020 berjalan lancar, tak ada salahnya kita kembali memaknai ibadah Kurban itu. Mulai dari pengertian kurban, niat berkurban, syarat berkurban, hukum berkurban, niat menyembelih hewan kurban, dan pengertian Lebaran Idul Adha.

Bacaan Lainnya

Pengertian Kurban dan Idul Adha

Pengertian Kurban

Kurban adalah ibadah yang dilakukan dengan cara menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Iduladha yakni 10 Dzulhijjah hingga tasyrik 11-13 Dzulhijjah. Ibadah kurban merupakan ibadah yang sudah diajarkan sejak masa Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, hingga Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Kurban atau Qurban mengandung arti dekat atau mendekatkan (Udhhiyah atau Dhahiyyah). Secara umum, diartikan sebagai hewan sembelihan. Sementara itu, ritual kurban merupakan ibadah yang diyakini oleh umat islam untuk menyembelih hewan ternak yang diniatkan karena Allah SWT.

Pengertian Lebaran Idul Adha

Tentu secara umum kita telah mengetahui apa itu lebaran Idul Adha, bukan? Ya, saat lebaran Idul Adha tiba semua umat muslim akan memperingati peristiwa Kurban yang berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim Alaihisalam.

Saat itu, atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim Alaihislam bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh Allah dengan domba.

Saat Lebaran Idul Adha , umat islam akan menunaikan salah Ied di pagi hari. Ada yang melakukan salat di lapang yang luas, dan ada juga yang melangsungkan salat Ied di masjid. Setelah salat, biasanya akan dilangsungkan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha

Niat Salat Idul Adha

Untuk mengawali Salat Idul Adha, dimulai dari niat. Niat dilakukan agar ibadah menjadi khusyuk. Berikut niat dan bacaan sholat Idul Adha:

Bahasa Arab:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Bahasa latin:

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Salat Idul Adha

Setelah membaca niat salat, berikut tata cara salat Idul Adha

  • Takbiratul ihram

Setelah takbiratul ihram yakni membaca doa iftitah.

  • Baca Takbir 7 Kali di Rakaat Pertama

Kemudian dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tujuh kali di rakaat pertama.

Di antara takbir tersebut, terdapat bacaan:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar”.

Setelah itu, salat sebagaimana biasanya, yaitu membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat lainnya. Disunnahkan untuk membaca surat Qof, Al- Qomar, Al- A’la, atau surat Al-Gosiyah. Kemudian dilanjutkan dengan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud dan seterusnya.

  • Baca Takbir 5 Kali di Rakat Kedua

Kemudian takbir 5 kali pada rakaat kedua. Pada rakaat kedua, umat Muslim sunnah membaca takbir sebanyak lima kali. Setelah itu melakukan bacaan khusus sama seperti pada rakaat pertama. Pada rakaat kedua, umat Islam dianjurkan untuk membaca surat Al-Ghasyiyah. Salat dilanjutkan seperti biasa dan diakhiri dengan mengucap salam.

Setelah salam, sangat dianjurkan untuk tidak buru-buru pulang ke rumah. Sebaiknya, kita mendengarkan khutbah terlebih dahulu hingga selesai, sama seperti saat menunaikan salat Idul Fitri.

  • Khutbah Pertama Baca Takbir 9 Kali

Di awal khutbah pertama disunnahkan membaca takbir 9 kali. Sementara pada khutbah kedua, disunnahkan membaca takbir sebanyak 7 kali.

  • Selesai

Syarat Berkurban di Idul Adha

  • Cukup Umur

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,

“Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang telah berganti gigi kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing/domba” (HR. Muslim)

  • Sehat, tidak sakit, hilang atau cacat sebagian tubuhnya

Binatang yang akan disembelih untuk ibadah qurban adalah binatang yang sehat, dan tidak boleh binatang yang sakit, cacat, atau hilang sebagian tubuhnya, seperti kambing yang kurus, lemah, tidak berlemak, buta sebelah matanya, pincang, terpotong telinganya atau bagian tubuh lainnya.

Ketentuan Qurban

  • Niat berkurban karena Allah semata
  • Ketika menyembelih mengucapkan asma Allah
  • Menyembelih dengan pisau yang tajam
  • Disembelih tepat dikerongkongan/ leher
  • Disembelih oleh muslim
  • Tunggu ternak tersebut sampai mati sempurna
  • terputus urat leher, yaitu Hulqum (jalan napas), jalan makanan, Wadajain (dua urat nadi dan syaraf).

Hukum Berkurban (Qurban)

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berqurban. Jumhur ulama, yaitu: madzhab Imam Malik, Imam Asy-Syafii, Imam Ahmad dan yang lainnya menyatakan sunnahnya. Madzhab Imam Asy-Syafii mengatakan sunnah muakkadah (sangat ditekankan dan diusahakan tidak ditinggalkan kecuali ada ‘udzur). Sedangkan madzhab Imam Abu Hanifah mengatakan wajibnya.

Hadits Tentang Kurban

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا. ))

Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami.

Namun, ada juga hadist lain tentang kurban yang diriwayatkan dari Mikhnaf bin Sulaim Al-Ghamidi radhiallahu ‘anhu:

( كُنَّا وُقُوفًا مَعَ النَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم بِعَرَفَاتٍ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: ((يَا أَيُّهَا النَّاسُ! عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِى كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةٌ وَعَتِيرَةٌ. هَلْ تَدْرِى مَا الْعَتِيرَةُ؟ هِىَ الَّتِى تُسَمَّى الرَّجَبِيَّةُ.))

Kami berwuquf di ‘Arafah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya mendengar beliau berkata, ‘Wahai manusia! Setiap satu keluarga di setiap tahun harus menyembelih dan juga Al-‘Atiirah. Apakah kamu tahu apa itu Al-‘Atiirah? Dia adalah yang dinamakan Ar-Rajabiyah.”

Cara Berkuban di Idul Adha 2020

  • Niat

Setiap ibadah mesti dimulai dengan niat. Niatkan diri untuk beribadah kurban di Hari Raya Iduladha hanya pada Allah SWT.

  • Pilih-lah hewan yang akan dikurban

Kategori hewan kurban adalah hewan ternak dapat berupa unta, sapi, kambing, dan domba. Di Indonesia yang paling umum adalah sapi dan kambing.2. Memilih hewan kurban dan menyisihkan harta

Anda dapat berkurban senilai satu ekor hewan ternak tersebut. Untuk satu ekor sapi, boleh pula dibagi dengan tujuh orang lainnya.

  • Setelah menentukan hewan kurban, sisihkan pula harta atau rezeki untuk berkurban.

Rata-rata berkurban untuk kelompok sapi ukuran sedang sekitar Rp2,3 juta hingga Rp3,5 juta per orang tergantung besar sapi. Sedangkan harga domba dan kambing kurban dimulai dari Rp2,3 juta hingga Rp3,5 juta tergantung berat hewan

  • Mendaftar ke panitia kurban

Pelaksanaan kurban dapat dilakukan sendiri atau melalui panitia kurban yang biasanya terdapat di masjid atau suatu wilayah. Panitia kurban akan mempersiapkan segala sesuatu termasuk membeli hewan kurban.

Tanyakan pada panitia kurban mengenai ketentuan pembayaran dan pelaksanaan kurban dengan detail.

  • Menyembelih kurban

Waktu menyembelih kurban dapat dilakukan tepat pada Hari Raya Iduladha 2020 atau pada hari tasyrik 11-13 Dzulhijjah. Terdapat sejumlah syarat, rukun, dan ketentuan yang harus diikuti ketika menyembelih hewan kurban.

Penyembelihan juga bakal mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

  • Membagikan hewan kurban

Esensi berkurban adalah membagikan hewan kurban kepada keluarga, tetangga, kerabat, dan fakir miskin. Hewan kurban dapat diolah dan dinikmati bersama setelahnya.

Membagikan hewan kurban juga dilakukan sesuai protokol kesehatan. Hewan kurban mesti dibersihkan dan dimasak dengan matang untuk mencegah berbagai penyakit.

Doa Menyembelih Hewan Kurban

Sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban, dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu. Doa tersebut dibaca dengan harapan agar Allah menerima ibadah kurban yang dilakukan. Berikut doa tersebut.

اَاَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub-ku.”

Selamat Lebaran Idul Adha 2020.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar