Hasil Lelang Aset First Travel Jadi Milik Negara, Kajari Depok Diminta Bertanggung Jawab

Kantor First Travel di Depok. (Foto: Tribunnews.com)
Loading...

Pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Yudi Triyadi terkait keputusan uang hasil lelang aset pemilik agen First Travel diserahkan kepada negara ditanggapi oleh Kejaksaan Agung RI. Menurut Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin pihaknya bakal mempelajari pernyataan Kajari Depok dan meminta yang bersangkutan meluruskan jika ditemukan kekeliruan.

"Baik ini akan dipelajari dan kalau memang itu salah, saya akan minta dia meluruskan dan mempertanggungjawabkan," ucap Burhanuddin Senin (18/11/2019).

Ia menyampaikan hal itu untuk menggapi pertanyaan wartawan soal aset sitaan First Travel yang memicu persoalan. Ia pun awalnya bersikukuh bahwa Kejaksaan meminta agar aset itu tidak dilelangkan.

"Bukan melelang kok," tegasnya.

Dalam pandangannya, putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap perkara penipuan dan pencucian uang di perusahaan agen umrah First Travel tidak sesuai dengan tuntutan jaksa. Kendati putusan kasasi MA sudah menetapkan bahwa aset sitaan barang bukti First Travel untuk dilelang, ia menilai aset harta itu seharusnya dikembalikan kepada korban. Menurutnya, putusan itu bermasalah.

"Padahal, kami tuntutannya (aset barang bukti) dikembalikan kepada korban, putusan itu kan jadi masalah," jelasnya, Ahad (17/11/2019).

Adapun korban penipuan First Travel menyampaikan keberatan atas pernyataan Kajari Depok terkait uang hasil lelang aset pemilik agen travel itu diserahkan kepada negara. Korban menyesalkan hal itu lantaran keputusan tersebut dinilai tidak mengganti kerugian korban. Dalam perkara First travel, jaksa menerapkan Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan, Pasal 372 juncto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang penipuan secara bersama-sama serta Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Menurut Kajari Depok pihaknya tidak akan melelang aset First Travel yang masih dalam gugatan secara perdata.

"Terkait barang buktinya sebenarnya kemarin itu sedikit terpotong apa yang saya jelaskan. Ada bahasa saya menyampaikan pada saat itu terhadap barang bukti yang masih dalam proses gugatan kita akan mem-pending (tunda) eksekusi tersebut," ucapnya.

Jaksa, kata dia, belum melelang aset First Travel meski putusan sudah inkrah. Ia menyebut, jaksa akan melakukan upaya hukum lainnya, di antaranya opsi Peninjauan Kembali (PK). Saat ini, tegasnya, pihaknya belum membentuk tim yang akan melelang aset Andika.

"Belum (belum dibentuk tim lelang), belum masih menunggu," katanya.



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar