Ditinggal Minggat Orang Tua, Pelajar SMK Menginap di Sekolah

Ditinggal Minggat Orang Tua, Pelajar SMK Menginap di Sekolah

kawula.id – Nasib seorang pelajar SMK di Kota Malang yang numpang tinggal di sekolah ini menjadi perhatian netizen. Kondisi memprihatinkan itu terjadi karena kedua orang tuanya minggat dan tak punya rumah.

Dilansir detikcom, seorang guru dengan akun Twitter @dearvioninot menceritakan kisah sedih yang dialami muridnya. Siswa itu berinisial A dan masih duduk di kelas 10 jurusan teknik komputer jaringan (TKJ).

Guru bernama Alvionita Sari ini menulis bahwa dirinya sangat terkejut mendengar informasi bahwa salah seorang anak didiknya tidak pulang ke rumah.

“Sebenernya mau Twitter do your magic tapi followersku dikit. Dan mataku juga capek baca majic-majic mejikom ginian mulu….Tapi ini beneran real kualami hari ini sebagai guru SMK di Malang,” cuit @dearvioninot.

Loading...

Guru yang tengah galau itu lalu menceritakan kisah prihatin A dalam cuitan berikutnya.

“Jadi hari ini kaget pas tau cerita salah satu siswa SMK yg aku ajar. Ternyata ada yg ga punya tempat tinggal. Semalem baru baca di grup whatsapp kalo murid ini cari tumpangan tidur dan ditolongin sama temennya sekelas sejak beberapa minggu yang lalu,” ujarnya.

Sara mengajar di kelas siswa A. Ia memberanikan untuk menanyakan lebih jauh soal masalah yang dihadapi siswa tersebut.

“Aku mulai interogasi perlahan dan dia mulai cerita. Doi cerita kalo memang udah ditinggal ortunya ke Lamongan (a.k.a minggat) sejak bulan Juli 2019,” terang Alvionita.

“Ortunya udah gak balik Malang karena terlilit hutang piutang, kebetulan ayahnya usaha distributor dan bangkrut. Ibunya ikut minggat. Sementara anaknya cuman satu ya si A ini, ditinggal di rumah kontrakan daerah Blimbing. Taunya, Agustus 2019 rumah kontrakan udah jatuh tempo,” sambungnya.

Si A kemudian mengungsi ke rumah temannya. Namun di sana A kembali menemui masalah. Tempat ia bersandar sementara tak bisa menampung lebih lama.

“Akhirnya dia cerita, sekarang lagi cari tumpangan untuk hidup. Ortunya dah susah untuk dihubungi. Untuk makan, sering dikirimi temen-temennya nasi bungkus. Jujur sebagai guru rada kecolongan, ga ngerti muridnya alami gini,” lanjut Alvionita.

Setelah ditelusuri, siswa itu bersekolah di SMK Widyagama di Jalan Borobudur Kota Malang. Pihak sekolah pun membenarkan adanya cerita itu. Seperti keterangan dari Kepala Sekolah Wawan Suliyadi.

“Iya benar, apa yang disampaikan oleh Bu Alvinita itu. Dia memang penanggung jawab kompetensi, menceritakan di media sosial, dengan tujuan untuk belajar,” ujar Wawan.

Setelah kisah ini viral, siswa tersebut kini akan diadopsi oleh sebuah keluarga. Hal ini terungkap dari penurutan Sari lewat cuitannya di Twitter.

“Daaan alhamdulillahnya, si Adek udah ada yang mengadopsi. Namun untuk sesuatu hal baru dapat dilaksanakan di Bulan November 2019. Untuk sementara ini, adek difasilitasin oleh SMK dan biaya hidupnya ditanggung bersama. Mulai dari makan, mandi dll,” tulisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *