618 Rumah di Penajam Paser Utara Belum Teraliri Listrik

Dinobatkan Sebagai Ibu Kota, Pemkab Penajam Paser Utara Bagikan 157 Paket Listrik

sumber : TRIBUNKALTIM.CO/ HERIANI

Penajam Paser Utara, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur yang baru-baru ini dinobatkan sebagai ibu kota baru Indonesia ternyata masih gelap. Tercatat, sebanyak 618 rumah di kabupaten tersebut belum mendapatkan aliran listrik.

Tak heran, jika berkunjung ke Kabupaten Penajam Paser Utara, masih banyak rumah yang menggunakan pelita: sebuah lampu penerangan yang berbahan bakar minyak sebagai sumber cahaya. Masyarakat belum menikmati sarana listrik dari PLN.

Dilansir dari Tribun Kaltim (5/11), saat ini Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah membagikan 157 Paket Listrik Mandiri Rakyat (Limar). Penyerahan paket tersebut dilakukan Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Hamdan kepada masyarakat RT 14 Kelurahan Lawe-lawe pada Senin 4 November 2019. Sehingga, jumlah rumah yang saat ini mendapatkan paket Limar ada sebanyak 231 unit – menyisakan 387 unit lagi.

Paket tersebut berupa lima buah lampu LED 1 watt, 1 switchboard control 5 saklar, 25 meter kabel, 1 buah obeng, 1 buah sikring dan 1 buah accu 35 AH 12 volt untuk setiap rumah. Kemudian, sebuah genset sebesar 2500 watt lengkap dengan charger disediakan untuk setiap 50 KK.

Dari 157 paket Limar yang diserahkan, 100 paket adalah bantuan dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur  (PHKT). Perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui program corporate social responsibility ( CSR ) nya.

"Mudah-mudahan ada perusahaan lain yang sudah menjadi mitra pemerintah daerah untuk turut serta memberikan CSR nya bagi masyarakat kita yang belum teraliri listrik," kata Hamdan dalam Tribun Kaltim.

Untuk rumah-rumah yang belum teraliri listrik, Hamdan menuturkan program Limar akan dapat dinikmati seluruh masyarakat di awal tahun depan. Sehingga diharapkan tak ada lagi rumah yang masih gelap saat malam tiba.

“Semoga melalui kegiatan ini, dapat terjalin sinergitas antara pemerintah dan perusahaan lain di wilayah Penajam dalam memberikan kesejahteraan pada masyarakat," sebutnya.

General Manager PT PHKT, Achmad Agus Miftakhurrohman berkomentar PT PHKT akan senantiasa berkontribusi untuk masyarakat. Menurutnya, keberadaan paket Limar akan sangat bermanfaat untuk keselamatan jika dibandingkan menggunakan pelita.

Dalam kesempatan ini, ia juga memaparkan wilayah-wilayah yang mendapatkan 100 paket Limar dari PT PHKT, di antaranya Kelurahan Saloloang, Sesumpu, Kampung Baru, Lawe-Lawe, Girimukti, Petung, Nipah-Nipah dan Kecamatan Waru. Paket tersebut juga bertujuan untuk membantu masyarakat di Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) PHKT.

"Mudah-mudahan bantuan bisa membantu, apalagi bagi putra putri kita agar bisa belajar di malam hari. Kami berharap juga PHKT bisa terus berkontribusi untuk masyarakat, utamanya di DOBS kami,” ucap Achmad Agus yang dikutip dari Tribun Kaltim.

Sebagai informasi, Limar merupakan program pemerintah yang diberi nama Penajam Paser Utara Bersinar. Program ini digagas langsung oleh Bupati dan Wakilnya: Abdul Gafur Masud dan Hamdan. Acara penyerahan paket Limar oleh Wakil Buoati  berlangsung di Aula Recreation Hall PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur ( PHKT ), Terminal Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
 



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Baca Juga Topik #nasional

Berita Lainnya...

Tulis Komentar