Daftar Kebiasaan Buruk yang Merusak Ginjal

Daftar Kebiasaan Buruk yang Merusak Ginjal

kawula.id – Salah satu organ vital yang ada di dalam tubuh manusia adalah ginjal. Perannya sangat penting, yakni menyaring zat-zat buangan (limbah) dalam tubuh, baik yang berasal dari makanan, obat-obatan, atau zat beracun. 

Tugas ginjal bukan itu saja, yaitu menyaring kembali zat-zat yang dibutuhkan tubuh, seperti gula, natrium, asam amino, dan nutrisi penting lainnya.

Sayangnya, beberapa orang belum begitu sadar akan kebiasaan yang dapat merusak fungsi ginjal. Dirangkum detikhealth dari HuffPost, berikut empat kebiasaan yang membahayakan organ vital ginjal.

Merokok

Loading...

Rokok adalah biang keladi dari beragam masalah kesehatan. Masalah pada paru-paru dan jantung bisa diakibatkan rokok. Selain itu, merokok membuat seseorang memiliki protein di dalam urinenya atau disebut proteinuria. Nah proteinuria ini adalah tanda ginjal Anda rusak. Terlebih jika ada faktor risiko penyakit ginjal, seperti pengidap diabetes dan hipertensi yang merokok cenderung mengalami kerusakan ginjal.

Banyak konsumsi gula

Gula bisa memiliki pengaruh yang cukup mengejutkan. Kebanyakan gula bisa menyebabkan diabetes dan obesitas. Dua penyakit tadi merupakan faktor risiko penyakit ginjal. Cobalah mengurangi konsumsi gula, baik itu pada makanan maupun minuman. Dengan memninimalkan konsumsi gula, fungsi ginjal bisa aman.

Kebanyakan garam

Kadar sodium yang tinggi seperti pada garam dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal dari waktu ke waktu, bahkan merupakan penyebab utama dari gagal ginjal. Kementerian Kesehatan telah menyarankan konsumsi garam per hari hanya sekitar 6 gram atau 1 sendok teh saja. Jadi, jangan berlebihan!

Minum obat penghilang sakit dalam jangka waktu lama

Obat pereda nyeri tertentu dengan dosis tinggi yang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang memiliki efek berbahaya pada jaringan dan struktur ginjal. Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas tanpa resep dapat merusak dan mengurangi aliran darah ke ginjal. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *