Cancel Orderan Grab? Bayar Segini Dendanya

Cancel Orderan Grab? Bayar Segini Dendanya
Loading...

Risiko terbesar menjadi driver online saat orderan dibatalkan oleh kustomer/pelanggan. Mengatasi hal itu, salah satu perusahaan ojek online, Grab dengan tegas menerapkan aturan baru berupa denda bagi pengorder/penumpang yang membatalkan orderannya.

Tak main-main, pihak Grab telah menerapkan hal ini di Singapura. Jika pengguna jasa ojol membatalkan pasca lima menit order, maka pengguna akan dikenai denda sebesar Rp41 ribu. Aturan ini berlaku sejak 11 Maret 2019, dan berlaku juga di negara tetangga, Malaysia.

Dilansir dari laman 100KPJ.com, aturan yang sama juga akan diberlakukan di Filipina. Bedanya, penumpang yang membatalkan pesanan setelah lima menit akan dikenai denda sebesar Rp13 ribu.

Menurut Presiden Grab Filipina, Brian Cu, selain untuk penumpang yang membatalkan perjalanan lima menit setelah mendapatkan driver, denda juga berlaku bagi penumpang yang gagal muncul di titik penjemputan, juga dalam waktu lima menit, setelah melakukan pemesanan.

“Biaya pembatalan akan ditambahkan ke biaya pemesanan berikutnya jika penumpang membayar tunai,” kata Cu, Kamis, 2 Mei 2019.

Selain denda, ia menyebut akun penumpang juga akan ditangguhkan sementara selama 24 jam jika mereka membatalkan perjalanan dua kali dalam satu jam, tiga kali dalam sehari atau lima kali dalam seminggu.

Tak cuma penumpang, denda juga akan diberlakukan jika ada driver yang membatalkan pesanan penumpang tanpa alasan yang tepat, serta pilih-pilih tujuan penumpang.

“Platform mereka akan ‘dikunci’ jika ketahuan cuek atau membatalkan pesanan secara berlebihan,” tegas dia.

Cu juga menginformasikan bahwa penumpang secara otomatis mendapatkan penghargaan atau reward sebanyak 30 poin apabila melaporkan driver membatalkan perjalanan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *