Deretan Produk Prancis yang Diboikot Masyarakat Dunia

  • Whatsapp
produk prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung kebebasan berekspresi terkait kontroversi kartun Nabi Muhammad SAW di negaranya. Macron berargumen bahwa prinsip negaranya adalah mendukung kebebasan berpendapatan.

Ucapan Macron dikritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut kesehatan mental Macron perlu diperiksa serta menginisiasi ajakan boikot produk-produk Prancis. Ajakan Erdogan lantas direspons oleh warganet dari Arab maupun Indonesia yang menyerukan boikot untuk produk-produk Prancis lewat sosial media.

Diketahui, sejumlah produk Prancis selama ini memang telah mendunia, termasuk ke Indonesia. Beberapa diantaranya adalah produk yang dikenal mewah dan banyak dicari.

Produk Prancis yang Diboikot Muslim Dunia

Produk Prancis banyak ditemui di berbagai belahan negara di dunia, termasuk Indonesia. Berikut produk prancis yang diboikot muslim dunia.

Accor (hotel)

Accor Group merupakan jaringan hotel internasional asal Perancis yang mengoperasikan ratusan ribu kamar di 105 negara di dunia. Didirikan oleh dua sahabat, Paul Dubrule dan Gérard Pélisson, Accor membuka hotel pertamanya pada 1967 dengan merek Novotel.

Babybel (makanan minuman)

Mengutip Wikipedia, babybel adalah merek produk keju snack kecil yang dikemas secara individual dan tersedia dalam berbagai varian rasa. Ini adalah produk Le Groupe Bel, sebuah perusahaan yang berakar di wilayah Jura di Prancis, dan dimulai oleh Jules Bel pada tahun 1865.

BiC (alat tulis)

BiC adalah sebuah perusahaan alat tulis yang berpengalaman, yang menghadirkan seri alat tulis pulpen dan spidol yang ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan. Penggunaannya aman untuk semua kalangan, mulai dari pelajar hingga eksekutif.

BNP Paribas (perusahaan manajer investasi)

Masih mengutip Wikipedia, BNP Paribas merupakan sebuah bank utama di Eropa. Bank ini dibentuk melalui penggabungan Banque Nationale de Paris dan Paribas pada tahun 2000. Bermarkas di Boulevard des Italiens, Paris, Prancis. Perusahaan ini mempekerjakan 205.350 pekerjanya pada tahun 2010

Chanel (kecantikan dan fesyen)

Chanel S.A adalah perusahaan multinasional pribadi yang dimiliki oleh Alain Wertheimer dan Gerard Wertheimer, cucu dari Pierre Wertheimer, yang memiliki mitra bisnis awal dari couturiere Coco Chanel. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1909, berbasis di Paris, Prancis

Citroen (otomotif)

Citroën adalah produsen otomotif besar asal Prancis, dan merupakan salah satu anak usaha dari PSA Peugeot Citroën sejak tahun 1976.

Danone (makanan minuman)

Danone adalah salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang berpusat di Prancis. Danone mengembangkan 4 kategori utama dalam bisnisnya, yaitu Produk Susu Segar (Fresh Dairy Product), Nutrisi Awal Kehidupan (Early Life Nutrition), air (Water) dan Gizi Medis (Medical Nutrician).

Evian (makanan minuman)

Evian adalah sebuah merek air mineral Prancis yang berasal dari berbagai sumber dekat Évian-les-Bains, di pesisir selatan Lac Léman.

Saat ini Evian dimiliki oleh Groupe Danone, sebuah perusahaan multinasional Prancis. Selain air mineral, Groupe Danone memakai nama Evian untuk jajaran produk perawatan kulit organik serta sebuah resor mewah di Prancis.

Dalam budaya masyarakat, Evian ditampilkan sebagai produk air kemasan mewah dan mahal. Produk ini disebutkan dalam Murder on the Orient Express karya Agatha Christie. Air kemasan ini populer di kalangan selebriti Hollywood

Garnier (kecantikan)

Garnier adalah merek kosmetik dan kecantikan yang di naungi oleh L’Oréal yang memproduksi perawatan rambut dan produk perawatan kulit. Perusahaan ini dimulai sebagai Laboratoires Garnier pada tahun 1904, dan diakuisisi oleh L’Oréal pada 1970-an.

Givenchy (kecantikan dan fesyen)

Givenchy adalah desainer pertama yang memberi kebebasan bagi para perempuan dalam berpakaian, dengan menciptakan konsep atasan (top) dan bawahan (bottom) di tahun 1952. Dan di tahun 1954 meluncurkan lini pakaian siap pakai (ready to wear) berkualitas mewah (high end).

Lacoste (fesyen)

Lacoste adalah perusahaan pakaian Prancis yang didirikan pada 1933, yang menjual pakaian, sepatu, parfum, kacamata, jam tangan, dan yang paling dikenal, baju polo. Perusahaan ini dikenal dengan logonya yang berupa buaya. Lacoste bermarkas di Paris, dan markas produksinya berada di Troyes.

Lancome (kecantikan)

Lancôme Paris adalah sebuah rumah kosmetik berkelas asal Prancis. Dimiliki oleh L’Oréal sejak tahun 1964, Lancôme memproduksi produk-produk kosmetik berkelas seperti produk perawatan kulit, wewangian, dan tata rias dengan harga kelas-atas.

Loreal (kecantikan)

L’Oréal Group adalah sebuah perusahaan asal Prancis yang bergerak di sektor barang konsumsi. Fokus utama L’Oréal Group adalah industri perawatan diri.

Louis Vuitton (fesyen)

Louis Vuitton Malletier atau Louis Vuitton merupakan sebuah kelompok ritel internasional, berkantor pusat di Paris, Prancis. Pertama kali dibuka pada tahun 1854 di Paris oleh Louis Vuitton. Terdiri dari 460 toko dari 50 negara. Perusahaan ini umumnya menghasilkan berbagai macam produk barang mewah, tekstil dll.

Selain produk-produk di atas, masih ada beberapa produk Prancis yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, seperti LU (makanan minuman), Michelin (otomotif), Moulinex (perkakas), Nina Ricci (kecantikan), Peugeot (otomotif), Renault (otomotif), Societe generale (perusahaan finansial), Tefal (perkakas), TOTAL (migas), Yves Saint Laurent (kecantikan dan fesyen), dan Doux (makanan minuman).

Itulah beberapa produk Prancis yang diboikot netizen Indonesia, bahkan seluruh dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *