Bahaya, Dependent Relationship seperti Adiksi

Ilustrasi Dependent Relationship
Loading...

Sebelum membahas mengenai dependent relationship mari kita membahas mengenai relationship terlebih dahulu. Menjalani relationship atau hubungan dengan pasangan adalah satu hal yang kita nilai tidak akan menjadi masalah dalam hidup. Tetapi pernahkah kamu menemukan diri kamu dalam hubungan seolah-olah hanya kamu yang berjuang melakukan semua pemberian, perhatian, dan bahkan sampai melakukan banyak pengorbanan untuk kebahagiaan pasangan, sementara kamu tidak menerima imbalan apa pun?

Jika iya, kemungkinan kamu terperangkap dalam dependent relationship, yaitu sebuah hubungan yang tidak sehat yang ditandai dengan kontrol atau kepatuhan yang berlebihan, dengan membangun beberapa strategi coping dan enabling behavior secara kompulsif. Bagaimana kamu bisa tahu jika hubungan kamu tidak sehat? Berikut ciri-ciri dependet relationship.

 

Ciri-ciri Dependent Relationship

1. Banyak menghabiskan waktu yang berhubungan dengan pasangannya 
Pernahkah kamu merasa ada yang kurang jika melakukan sesuatu tanpa pasanganmu, apakah kamu juga menaruh banyak kecurigaan jika kamu sedang tidak bersama pasanganmu? Tanpa kamu sadari pemikiran tersebut dilakukan bukan suatu bentuk rasa sayang melainkan untuk mengontrol dan mengatur pasangannya, dan jika sudah berhasil ngontrol dan mengatur pasangannya maka timbullah rasa berharga. Akibatnya, apa yang kamu lakukan harus bergantung dengan pasanganmu seperti melakukan aktivitas sehari-hari bersama dan selalu ingin diikutsertakan dalam hal apapun.

2. Posesif dalam menjalin hubungan. 
Seorang yang posesif dalam menjalin hubungan akan merasa takut jika pasangannya direbut oleh orang lain. Itu sebabnya ia tidak memiliki rasa percaya diri dan selalu berpikir negaif terhadap pasangannya. Hal itu dapat dilihat dari sikap pasangan yang kerap menghubungi teman atau tempat kantornya jika si pasangan tidak memberi kabar. Selain itu, memeriksa barang-barang pribadi pasangan dan selalu ingin ikut nongkrong bareng temen pasangannya.

3. Tidak pernah merasa cukup dengan hubungan yang ada
Akar masalah dalam dalam hubungan seperti ini biasanya pasangan akan banyak komplain. Setiap hari pasti ada saja pertengkaran yang dilakukan, secara tidak sadar seakan-akan menyukai pertengkaran dan merasa kosong jika segala sesuatunya terlihat baik-baik saja. Efeknya kamu akan kesulitan dalam menjalankan aktivitas secara mandiri. Jika ada permasalahan yang tidak selesai pada hari itu juga, maka akan berpengaruh pada aktivitas esok hari. Terkadang kamu juga mengabaikan aktivitas yang seharusnya menjadi prioritas. Jika sering terjadi pertengkaran akan muncul perilaku yang tidak sehat seperti megurung diri didalam kamar, pergi sendiri di malam hari tanpa tujuan, merusak barang, emosi yang tidak terkontrol, dan lain sebagainya.

4. Kesulitan dalam bersosialisasi 
Relationship membuat kehidupan kedua pasangan menjadi sempit. Kamu akan merasa seakan tidak bisa bebas dalam bersosialisasi dengan orang lain. Jika salah satu pasangan melakukan sosialisasi akan ditanggapi dengan negatif. Akibatnya, kamu hanya bisa menghabiskan banyak waktu dengannya dan mencoba menyesuaikan atau menyeimbangkan keinginan dari pasanganmu. Kamu sadar jika merasa terjebak dalam hubungan ini, tetapi tidak bisa pergi karena akan menjadi lebih mengerikan jika meninggalkan pasanganmu.

Nah, Jika kalian melihat salah satu dari tanda-tanda dependent relationship ini dalam diri atau hubungan kalian, maka kalian perlu mengambil langkah pertama yang penting dalam hidup kalian, yaitu dengan memperbaiki pola hubungan yang lebih sehat, melakukan hal-hal yang sesuai dengan porsinya, belajar menjalankan akivitasnya sendiri sesuai dengan prioritas hidup. Membangun kembali kehidupan sosial yang selama ini telah hilang, menerima bahwa pasangan tidak mempunyai kontrol terhadap sebuah hubungan, dan membangun rasa percaya yang lebih positif. Ingat healthy relationship itu ketika kita bisa take and give kepada pasangan, tidak lupa saling menjaga dan menghormati.

 

Penulis: Desi Nurmila Sari



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar